Expektasi.com, Gorut – Seiring dengan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) dalam keikutsertaan pada lomba kebersihan dan keindahan daerah tingkat nasional tahun 2028 serta target meraih penghargaan Adipura, program Motabi Kambungu yang telah dicanangkan Bupati Gorut sejak periode pertama terus ditingkatkan.
Program tersebut mendorong seluruh elemen pemerintah daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga yang tergabung dalam Tripida Gorut, serta masyarakat se-Kabupaten Gorontalo Utara untuk bahu-membahu menyukseskan gerakan kebersihan dan keindahan lingkungan pada tahun 2026. Upaya ini sekaligus memperkuat predikat Gorut sebagai daerah “Bersinar”.
Sebagai tindak lanjut Musyawarah Daerah (Musda) penanganan sampah yang telah dilaksanakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gorut menggelar rapat dan sosialisasi tentang bahaya serta pemanfaatan sampah, bertempat di Gedung Rapat Kantor Kecamatan Kwandang, Senin (19/01/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Gorut, Nurjanah Hasan Yusuf, S.IP, dan dihadiri Asisten II Setda Gorut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Camat Kwandang, seluruh kepala desa, serta ketua-ketua Koperasi Desa Merah Putih se-Kecamatan Kwandang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurjanah Yusuf memaparkan capaian besar Pemerintah Kabupaten Gorut, yakni keberhasilan meloloskan Program G2-10 Hilirisasi Ternak yang disetujui oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Kementerian Peternakan. Program tersebut mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp81 miliar untuk pembangunan pabrik, kandang ternak ayam petelur dan kambing, serta fasilitas pendukung lainnya di beberapa kecamatan di Gorut.
“Kita patut bersyukur, dari 13 provinsi yang mengajukan, hanya Provinsi Gorontalo yang mendapatkan persetujuan anggaran dari Kementerian Peternakan, dan anggaran itu jatuh di Kabupaten Gorut. Ini merupakan pencapaian besar yang dimotori langsung oleh Bupati Thariq Modanggu pada Agustus 2025 melalui program G2-10,” ujar Nurjanah.
Ia menambahkan, proyek bernilai miliaran rupiah tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, peluang Gorut untuk meraih penghargaan Adipura di masa mendatang sangat terbuka, asalkan didukung dengan kesadaran dan kerja sama semua pihak dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Walaupun tanpa anggaran besar, kita bisa bekerja sama melalui kerja bakti. Gerakan kebersihan ini kita mulai dari Kecamatan Kwandang sebagai pusat pemerintahan Gorut, kemudian akan ditingkatkan ke seluruh kecamatan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah desa se-Kabupaten Gorut untuk berpartisipasi aktif dan ikhlas melaksanakan kerja bakti rutin setiap hari Rabu.
Sementara itu, Asisten II Bidang Pemerintahan Setda Gorut menyampaikan bahwa pelaksanaan rapat dan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut konkret dari Musda Sampah dan rapat kerja penanganan serta pengelolaan sampah yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Pada prinsipnya, kegiatan hari ini merupakan kelanjutan dari Musda Sampah dan rapat kerja penanganan persampahan. Sampah memiliki dampak besar terhadap kesehatan lingkungan, namun di sisi lain juga memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kecamatan Kwandang dipilih sebagai lokasi awal atau pilot project penanganan sampah karena merupakan ibu kota dan pusat pemerintahan Kabupaten Gorut. Keberhasilan pengelolaan sampah di Kwandang diharapkan dapat menjadi contoh bagi kecamatan lainnya.
“Target pemerintah daerah adalah mengikuti dan meraih Adipura pada tahun 2028. Jika sebelumnya lomba kebersihan bersifat pilihan, maka saat ini seluruh daerah di Indonesia diwajibkan mengikuti penilaian kebersihan untuk meraih Piala Adipura,” pungkasnya.










