Expektasi.com, Gorut – Setelah melalui proses yang cukup panjang, kepengurusan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Kwartir Cabang (Kwarcab), dan Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Periode 2026–2030 akhirnya resmi dilantik dan dikukuhkan, Selasa (30/12/2025).
Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan Gerakan Pramuka Gorut yang selama ini sempat tertunda akibat masa transisi pemerintahan daerah, rangkaian Pilkada serentak, hingga pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Gorut.
Kegiatan pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Serba Guna Al Indah Kwandang, Desa Titidu, Kecamatan Kwandang. Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo, unsur Majelis Pembimbing Kwarcab Gorut, serta tamu undangan dari Kodim 1314 Gorontalo Utara, Polres Gorut, Kejaksaan Negeri Gorut, pimpinan OPD, dan pengurus organisasi kepramukaan se-Kabupaten Gorut.
Dalam rangkaian acara tersebut, Dewan Pengurus Mabicab Kwarcab Gerakan Pramuka Gorut Periode 2026–2030 dilantik dan dikukuhkan langsung oleh Ketua Kwarda Provinsi Gorontalo, H. Sofyan Puhi, yang juga menjabat sebagai Bupati Gorontalo.
Selanjutnya, Dewan Pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Gorut Periode 2026–2030 dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Mabicab Kwarcab Gerakan Pramuka Gorut, Thariq Modanggu, S.Ag., M.Pd.I, yang juga merupakan Bupati Gorut.
Sementara itu, Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Gorut Periode 2026–2030 dilantik oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Gorut, Hamzah Sidik, S.H.
Dalam sambutannya, Ketua Mabicab Kwarcab Gerakan Pramuka Gorut, Thariq Modanggu, menyampaikan bahwa agenda pelantikan ini sejatinya telah direncanakan sejak lama, namun tertunda karena dinamika politik dan pemerintahan daerah.
“Alhamdulillah, di ujung tahun ini kita mampu melaksanakan pembentukan dan penyegaran kepengurusan Gerakan Pramuka Gorut. Meski terlambat, kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan efisiensi anggaran Kwarcab Gorut,” ujar Thariq.
Ia menambahkan, pembentukan kepengurusan baru ini selaras dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Gorut, khususnya Program Agro MOPOMULO, yang menekankan gerakan penanaman pohon dengan prinsip satu orang sepuluh pohon.
“Lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa, yang sarat makna pertumbuhan dan keberlanjutan. Nilai ini sejalan dengan semangat Agro MOPOMULO yang kita dorong bersama,” tambahnya.
Thariq juga menyoroti nilai sakral dalam prosesi pelantikan Pramuka yang sarat pesan moral, spiritual, dan nasionalisme, mulai dari penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, penempelan Bendera Merah Putih di dada, hingga pengucapan Tri Satya sebagai simbol kesetiaan kepada bangsa dan negara.
Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Gorontalo, Sofyan Puhi, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas surat yang sebelumnya dilayangkan kepada Bupati Gorut. Ia menegaskan bahwa surat tersebut dimaksudkan sebagai pengingat regulasi organisasi demi keberlangsungan Gerakan Pramuka ke depan.
“Surat tersebut bertujuan agar Kwarcab Gorut segera memiliki kepengurusan yang sah dan berlegitimasi, sehingga pelaksanaan kegiatan kepramukaan, termasuk dukungan hibah dari pemerintah daerah, dapat berjalan sesuai regulasi dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelas Sofyan.
Ia juga mendorong Ketua Kwarcab beserta jajaran untuk lebih fokus pada penataan organisasi dan penguatan pembinaan di tingkat gugus depan, khususnya di SMA dan SMK.
Rangkaian kegiatan ditutup menjelang siang hari dengan atraksi Pramuka dari Gugus Depan SMA Negeri 1 Gorut, yang menambah semarak dan semangat kebersamaan. Pelantikan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak sehari sebelumnya melalui musyawarah cabang. (Burhan Tuntu)












