Expektasi.com, Gorut — Bertempat di Lapangan Olahraga Desa Tombulilato, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), berlangsung pembukaan Festival Budaya dan Kema Bakti Pemuda Pelopor se-Kecamatan Atinggola, Sabtu (25/10/2025) sore. Acara ini secara resmi dibuka oleh Bupati Gorut, Thoriq Modanggu, S.Ag., M.Pd.I, yang juga memimpin langsung upacara pembukaan.
Kegiatan yang digelar oleh KNPI bekerja sama dengan Karang Taruna Kecamatan Atinggola ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, dengan puncak acara bertepatan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana Noldy Gobel menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat dan motivasi para pemuda agar berperan aktif dalam pembangunan daerah.
“Acara ini menjadi pondasi penting untuk mendorong para pemuda menjadi pelopor kegiatan positif di Atinggola. Selama sepekan, kami akan menyajikan berbagai kegiatan kepemudaan, pentas seni budaya, dan pameran UMKM,” ujar Noldy.
Sementara itu, dalam amanatnya, Bupati Thoriq Modanggu memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pemuda dan panitia yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tanpa ketergantungan pada bantuan pihak lain, termasuk pemerintah daerah.
“Kegiatan ini bukan langkah kecil, tetapi langkah besar menuju kemajuan yang lebih besar. Saya menyambut positif semangat mandiri para pemuda Atinggola yang menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkap Thoriq.
Lebih lanjut, Bupati Thoriq mengaitkan kegiatan tersebut dengan program besar Pemerintah Kabupaten Gorut ke depan, antara lain ‘Menuju Keluarga Surga Kasih Sayang’ serta 15 program kerja prioritas lima tahun mendatang. Ia juga mengumumkan bahwa mulai tahun depan pemerintah daerah berencana menambah alokasi dana desa, namun dengan sistem reward bagi desa yang berhasil menjalankan program-program prioritas tersebut.
Acara pembukaan juga dirangkaikan dengan peluncuran dua program unggulan daerah, yakni Program G2-10 dan Program Agro Mopomulo. Program G2-10 ditandai dengan penyerahan simbolis ternak ayam dari guru sekolah kepada siswa, sebagai bentuk pembentukan jiwa kewirausahaan sejak dini. Sementara itu, Program Agro Mopomulo dimulai dengan penanaman pohon buah-buahan dan pohon aren di setiap desa.
Bupati Thoriq berharap setiap desa menanam minimal 55 pohon aren, guna mendukung kemandirian daerah dalam produksi gula merah dan menjadikannya sebagai produk unggulan UMKM lokal.
“Kita memiliki potensi geografis yang sangat prospektif. Melalui penanaman aren ini, kita harap dapat mencapai swasembada gula merah sebagai produk khas Gorut,” tutupnya.
Festival Budaya dan Kema Bakti Pemuda Pelopor ini mendapat sambutan antusias masyarakat Atinggola. Selama sepekan, berbagai kegiatan seperti lomba seni, olahraga tradisional, diskusi kepemudaan, serta pameran UMKM lokal akan turut memeriahkan suasana, sekaligus mempererat semangat kebersamaan dan kepeloporan pemuda dalam membangun daerah. (Burhan Tuntu)










