Utang Luar Negeri RI Bengkak, per November 2024 Nyaris Rp7.000 T

Kamis, 16 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi utang luar negeri

ilustrasi utang luar negeri

Expektasi.com, Ekonomi – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia per November 2024 mencapai US$424,1 miliar atau Rp6.948 triliun (asumsi kurs Rp16.382,97).

Dari angka itu, ULN pemerintah US$203 miliar atau sekitar Rp3.325 triliun. Sementara itu, ULN swasta US$194,6 miliar atau sekitar Rp3.188 triliun.

“Posisi ULN Indonesia pada November 2024 tercatat sebesar 424,1 miliar dolar AS, atau secara tahunan tumbuh 5,4 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada Oktober 2024 sebesar 7,7 persen (yoy),” ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso melalui keterangan resmi, Kamis (16/1).

Ramdan menerangkan ULN pemerintah dipengaruhi aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional dan penarikan pinjaman luar negeri.

Pinjaman itu digunakan untuk mendukung pembiayaan beberapa program dan proyek pemerintah.

Utang-utang itu digunakan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (20,9 persen), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (19,4 persen), jasa pendidikan (16,8 persen), konstruksi (13,5 persen), serta jasa keuangan dan asuransi (9 persen).

“Posisi ULN pemerintah tetap terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah,” terang Ramdan.

Sementara itu, utang luar negeri di sektor swasta berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Sektor-sektor itu mencakup 79,4 persen total ULN swasta.

“ULN swasta juga tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,1 persen terhadap total ULN swasta,” ujar Ramdan.

Selanjutnya, peran ULN akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” pungkasnya.

sumber: cnnindonesia

Berita Terkait

Efisiensi dan Kemarau Tak Surutkan Belanja Online Warga Boltara, Daya Beli Stabil?
BPKPD Boltara Ikuti Rekonsiliasi Penyetoran Pajak Pusat, Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah
Harga Bapok di Pasar Rakyat Boroko Relatif Stabil, Ketersediaan Terjaga
Wujud Kepedulian Nyata, Pemerintah Kampung Bahu Salurkan BLT-DD 5 Bulan Sekaligus untuk Ringankan Beban Warga
Pemerintah Kampung Bahu Salurkan Bansos Pangan untuk 181 KPM, Warga: Sangat Membantu Ekonomi Keluarga
Wabup Boltara Terima Kunjungan BNI Kotamobagu, Bahas Penguatan Ekonomi Daerah
BPKPD Boltara Lakukan Studi Komparasi Implementasi KKPD di Bolsel
Bupati Boltara Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual Bersama Mendagri dan Menkeu
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:03 WITA

Efisiensi dan Kemarau Tak Surutkan Belanja Online Warga Boltara, Daya Beli Stabil?

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:32 WITA

BPKPD Boltara Ikuti Rekonsiliasi Penyetoran Pajak Pusat, Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:15 WITA

Harga Bapok di Pasar Rakyat Boroko Relatif Stabil, Ketersediaan Terjaga

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:12 WITA

Wujud Kepedulian Nyata, Pemerintah Kampung Bahu Salurkan BLT-DD 5 Bulan Sekaligus untuk Ringankan Beban Warga

Selasa, 14 April 2026 - 07:39 WITA

Pemerintah Kampung Bahu Salurkan Bansos Pangan untuk 181 KPM, Warga: Sangat Membantu Ekonomi Keluarga

Berita Terbaru