Expektasi.com, Sangihe – Upaya memperkuat konektivitas dan pelayanan transportasi laut di wilayah perbatasan utara Indonesia terus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat. Hal tersebut ditandai dengan dimulainya rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Tahuna melalui kegiatan pemancangan tiang pertama (groundbreaking) yang dihadiri langsung Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE.,MM, Jumat (05/06/2026).
Proyek strategis yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan tersebut menelan anggaran sekitar Rp90 miliar. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur pelabuhan sekaligus memperkuat akses transportasi laut bagi masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pelabuhan Tahuna itu turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pihak pelaksana dan pengawas proyek, serta sejumlah pejabat daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut nyata dari kunjungan Menteri Perhubungan ke Kabupaten Kepulauan Sangihe pada akhir tahun lalu. Menurutnya, perhatian Pemerintah Pusat terhadap daerah perbatasan dibuktikan dengan kucuran anggaran infrastruktur transportasi laut yang nilainya hampir mencapai Rp150 miliar.
“Tidak banyak daerah di Indonesia yang mendapatkan anggaran sebesar ini. Jika dihitung, pekerjaan di Pelabuhan Tahuna menyerap sekitar Rp90 miliar dan di Matutuang sekitar Rp60 miliar. Total ada Rp150 miliar dana Pemerintah Pusat yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Thungari.
Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Perhubungan, atas komitmen dan perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai salah satu daerah terdepan yang berbatasan langsung dengan negara lain.
Sebagai daerah kepulauan yang terdiri dari 15 kecamatan, 145 kampung, dan 22 kelurahan yang tersebar di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), transportasi laut menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Karena itu, peningkatan kualitas pelabuhan dinilai sangat penting untuk mendukung mobilitas warga, distribusi barang, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pelabuhan bukan hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi penggerak utama roda perekonomian masyarakat kepulauan. Kehadiran infrastruktur yang memadai akan memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Thungari.
Menutup sambutannya, Bupati mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek agar senantiasa menjaga profesionalisme, kualitas pekerjaan, serta menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Sangihe,” pungkasnya.
Dengan dimulainya rehabilitasi Pelabuhan Tahuna dan pembangunan infrastruktur transportasi laut lainnya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe optimistis konektivitas antarwilayah akan semakin baik, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai gerbang perbatasan Indonesia di kawasan utara.
(Hulik Manahede)











