SANGIHE, Expektasi.com – Keterbatasan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, memicu keluhan warga. Sejumlah pengendara yang telah mengantre lebih dari satu jam terpaksa pulang tanpa mendapatkan BBM, Senin (19/10/2026).
Salah seorang warga Kecamatan Tabukan Utara berinisial S.B. mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, antrean panjang membuat masyarakat harus menghabiskan banyak waktu, tetapi belum tentu mendapatkan BBM yang dibutuhkan.
“Kami mengantre sejak pukul setengah empat sore dari arah Puskesmas Enemawira karena antrean sangat panjang. Namun, sebelum sampai di area SPBU, BBM sudah habis sehingga kami harus pulang tanpa hasil,” ungkap S.B.
Ia berharap pengelola SPBU bersama instansi terkait dapat menerapkan sistem pembelian yang lebih tertib dan terukur, termasuk mempertimbangkan pembatasan pembelian berdasarkan jenis kendaraan agar stok yang tersedia dapat dinikmati lebih merata.
“Harusnya pembelian BBM dibatasi dengan jelas. Misalnya, kendaraan roda dua maksimal sekian liter dan roda empat sekian liter, supaya kuotanya bisa dibagi dan semua masyarakat mendapat bagian,” tegasnya.
Menanggapi keluhan warga, Admin SPBU Petta, Lina, menjelaskan bahwa stok BBM di lokasi tersebut sebenarnya telah habis sejak Sabtu sebelumnya. Meski SPBU mulai beroperasi pukul 08.00 WITA, pelayanan distribusi BBM menunggu kedatangan mobil tangki.
“SPBU ini (APMS) buka dari jam 08.00 WITA, tapi menunggu tangki karena posisi minyak habis dari hari Sabtu,” jelas Lina.
Menurutnya, mobil tangki baru tiba dan masuk ke lokasi sekitar pukul 11.00 WITA. Setelah proses pembongkaran muatan selesai, BBM langsung disalurkan kepada masyarakat yang telah mengantre.
Lina menyebutkan, pasokan satu tangki penuh dengan kapasitas sekitar 5.000 liter telah didistribusikan pada hari itu. Namun, tingginya permintaan masyarakat menyebabkan stok tersebut habis menjelang berakhirnya jam operasional SPBU pada pukul 17.00 WITA.
“Pas tangki masuk, bongkar, langsung disalurkan ke masyarakat. Satu tangki penuh sekitar 5.000 liter langsung habis tepat saat jam tutup pukul 17.00 WITA,” terangnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada ketersediaan BBM, baik untuk bekerja, menjalankan usaha maupun memenuhi kebutuhan keluarga.
Warga berharap pasokan BBM di SPBU Petta dapat lebih terjamin dan jadwal distribusinya lebih teratur. Selain itu, mekanisme pembelian yang transparan dan pengaturan antrean yang baik diharapkan dapat membantu mencegah masyarakat mengantre lama tanpa memperoleh BBM.
Masyarakat juga berharap pihak pengelola SPBU dan instansi terkait dapat mengevaluasi pola penyaluran sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga ketersediaan BBM dapat dirasakan secara lebih merata.
(Hulik Manahede)











