SANGIHE, Expektasi.com – Kampanye Dialogis Pemilihan Kapitalaung (Pilkam) Kampung Bahu, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, resmi berakhir pada Kamis (15/10/2026). Menutup tahapan kampanye, kedua calon Kapitalaung sepakat mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kedamaian menjelang hari pemungutan suara pada 21 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Rakyat Kampung Bahu tersebut menjadi ruang bagi kedua calon, Amir Mahmud Hapantenda sebagai calon nomor urut 1 dan Sahrudin Janis sebagai calon nomor urut 2, untuk menyampaikan visi, misi, serta gagasan pembangunan bagi kampung.
Kampanye berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tabukan Utara, Marwan Nikiulu, S.Sos., M.Si., Penjabat Kapitalaung Kampung Bahu, jajaran Panitia Pemilihan, Majelis Tua-Tua Kampung, tokoh agama, tokoh pendidik, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.
Usai menyampaikan visi dan misi, kedua calon sama-sama menekankan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan di tengah perbedaan pilihan politik. Mereka mengingatkan bahwa kontestasi pemilihan Kapitalaung merupakan bagian dari demokrasi yang tidak seharusnya memecah belah masyarakat.
Calon Kapitalaung nomor urut 1, Amir Mahmud Hapantenda, menyampaikan bahwa berakhirnya masa kampanye menjadi momentum bagi seluruh warga untuk kembali mempererat hubungan kekeluargaan dan mempersiapkan diri menyambut pemungutan suara dengan damai.
“Tahapan kampanye telah usai. Tanggal 21 Oktober nanti kita akan menentukan pemimpin untuk Kampung Bahu selama delapan tahun ke depan. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam kontestasi politik, namun jangan sampai membuat kita terpecah atau saling bermusuhan. Mari kita jaga kekeluargaan dan persaudaraan kita bersama. Salam damai,” ujar Amir.
Senada dengan itu, calon nomor urut 2, Sahrudin Janis, mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga suasana kondusif dan tidak menjadikan perbedaan dukungan sebagai alasan untuk merusak hubungan ant warga.
“Tahapan kampanye telah selesai. Saya mengimbau seluruh warga Kampung Bahu untuk bersama-sama menjaga kedamaian di kampung yang kita cintai ini. Perbedaan pilihan itu hal biasa, namun hubungan kekeluargaan harus tetap kita jaga bersama,” ungkap Sahrudin.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada hari pemungutan suara mendatang sebagai bentuk partisipasi dalam menentukan arah pembangunan Kampung Bahu.
“Saya juga mengajak, pada 21 Oktober nanti jangan ada yang golput. Satu suara sangat menentukan kemajuan kampung kita tercinta,” tambahnya.
Kesepakatan kedua calon untuk menjaga persatuan menjadi pesan penting menjelang pelaksanaan pemungutan suara. Masyarakat diharapkan dapat menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang matang terhadap visi, misi, dan program kerja masing-masing calon, tanpa mengabaikan nilai-nilai kebersamaan.
Dengan berakhirnya kampanye dialogis, tahapan selanjutnya memasuki masa tenang pada 16–20 Oktober 2026, sebelum masyarakat menggunakan hak pilih pada 21 Oktober 2026 sesuai jadwal pemilihan.
Siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan masyarakat, persaudaraan dan kedamaian Kampung Bahu harus tetap terjaga. Berbeda pilihan boleh, tetapi persatuan tetap yang utama.
(Hulik Manahede)











