SANGIHE, Expektasi.com – Suasana aktivitas jual beli di Pasar Ngalipaeng I, Kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, pada Sabtu pagi (17/10/2026), terpantau relatif tenang. Meski jumlah pengunjung tidak seramai hari-hari tertentu, ketersediaan Bahan Pokok (Bapok), khususnya ikan segar, masih melimpah dengan harga yang bervariasi sesuai jenis dan ukuran.
Salfitri Yakobs, warga Kampung Ngalipaeng II yang ditemui saat berbelanja, mengatakan bahwa kondisi pasar yang relatif sepi pada hari Sabtu merupakan hal yang biasa terjadi. Situasi tersebut berbeda dengan hari Senin yang umumnya dipadati pedagang dan pembeli.
“Kalau hari Sabtu biasanya memang lebih sepi. Berbeda dengan hari Senin yang biasanya jauh lebih ramai,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan awak media, aktivitas perdagangan tetap berjalan normal. Sejumlah lapak ikan segar tampak dipenuhi hasil tangkapan nelayan, sementara pedagang kebutuhan dapur tetap melayani warga yang berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketersediaan ikan segar menjadi salah satu hal yang menonjol di Pasar Ngalipaeng. Kondisi cuaca laut yang relatif teduh dan bersahabat belakangan ini turut mendukung aktivitas nelayan, sehingga hasil tangkapan meningkat.
Febriyanti Sambaiyang, istri nelayan yang menjual langsung hasil tangkapan suaminya, mengatakan bahwa ikan yang dipasarkan diperoleh langsung dari laut tanpa melalui perantara. Hal itu memungkinkan dirinya menjamin kesegaran ikan yang dijual kepada pembeli.
“Harga ikan saat ini cukup bervariasi. Untuk ikan deho ukuran sedang, ada yang dijual Rp20.000 untuk empat ekor, dan ada pula yang lima ekor dengan harga yang sama,” ujar Febriyanti, yang juga dikenal dengan sapaan Anthi.
Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kondisi laut yang mendukung aktivitas para nelayan.
“Alhamdulillah, laut sedang tenang. Nelayan bisa melaut dengan aman dan hasil tangkapan pun melimpah,” tambahnya.
Berbagai jenis ikan, seperti deho, malalugis, dan sejumlah ikan laut lainnya, tampak tersedia di lapak pedagang. Melimpahnya pasokan tersebut memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Kondisi ini diharapkan terus terjaga agar masyarakat dapat memperoleh ikan segar dengan harga yang wajar, sekaligus memberikan dampak positif bagi pendapatan nelayan setempat.
Sementara itu, harga sejumlah komoditas rempah-rempah di Pasar Kampung Ngalipaeng I masih menunjukkan variasi yang cukup signifikan.
Yurike Yakob, salah seorang pedagang rempah-rempah, menyampaikan bahwa harga beberapa komoditas yang dijualnya saat ini adalah sebagai berikut:
-Tomat: Rp25.000 per kilogram.
-Bawang merah: Rp80.000 per kilogram.
-Bawang putih: Rp60.000 per kilogram.
-Rica atau cabai: Rp130.000 per kilogram.
Dari sejumlah komoditas tersebut, rica atau cabai tercatat memiliki harga jual tertinggi. Yurike menjelaskan bahwa pasokan rempah-rempah yang dijualnya didatangkan dari luar daerah, salah satunya dari Tahuna.
Meski beberapa komoditas dijual dengan harga relatif tinggi, aktivitas jual beli tetap berlangsung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Harga di tingkat pedagang juga dipengaruhi oleh pasokan barang dari daerah pemasok.
Secara keseluruhan, berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan sejumlah warga serta pedagang, aktivitas perdagangan di Pasar Ngalipaeng I dan lingkungan Ngalipaeng II pada Sabtu pagi berlangsung relatif kondusif.
Ketersediaan ikan segar yang melimpah menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan. Di sisi lain, variasi harga rempah-rempah tetap perlu diperhatikan agar keterjangkauan bahan pangan dapat terjaga.
Masyarakat berharap kondisi laut yang bersahabat terus mendukung hasil tangkapan nelayan, sementara kelancaran pasokan bahan pangan dari luar daerah tetap terjaga sehingga kebutuhan pokok tersedia bagi warga.
(Hulik Manahede)











