SANGIHE, Expektasi.com – Kehadiran Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., dalam pelaksanaan Kampanye Dialogis dan Pemaparan Visi-Misi Calon Kapitalaung di Kampung Petta Barat, Kecamatan Tabukan Utara, menjadi motivasi tersendiri bagi para kandidat dan masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Sekolah Al-Khairat Petta Barat, Rabu (14/10/2026), dengan dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur pemerintah terkait.
Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe Denny Roy Tampi, S.E., Kepala Dinas Kominfo Ronald Lumiu, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sekaligus Sekretaris Panitia Kabupaten Pilkades Serentak Athia Kirana Taidi, S.STP., Staf Khusus Bupati Bidang Informasi Publik Dandy Abram, serta Camat Tabukan Utara Marwan Nikiulu, S.Sos., M.Si.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Tabukan Utara, Marwan Nikiulu, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati bersama jajaran pimpinan daerah yang secara langsung menyaksikan tahapan pemilihan Kapitalaung di Kampung Petta Barat.
Menurut Marwan, dari 23 kampung yang menyelenggarakan agenda serupa, Kampung Petta Barat mendapat kehormatan dengan kehadiran langsung orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Sangihe tersebut.
“Ini merupakan kehormatan dan motivasi besar bagi masyarakat serta para kandidat yang berkompetisi. Kami berharap tahapan vital dalam pesta demokrasi kampung ini berjalan jujur, adil, dan bermartabat,” ujar Marwan.
Ia menegaskan, kampanye dialogis seharusnya menjadi ruang bagi setiap calon Kapitalaung untuk menyampaikan gagasan, program, serta solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menyampaikan janji untuk menarik dukungan.
Marwan secara khusus mengingatkan seluruh calon Kapitalaung agar menghindari janji berlebihan yang tidak sesuai dengan kemampuan anggaran dan kondisi riil kampung.
Menurutnya, setiap program yang ditawarkan harus mempertimbangkan kemampuan keuangan desa, termasuk pengelolaan dana desa yang saat ini menuntut perencanaan secara bijak, efektif, dan efisien.
“Sampaikan ide, gagasan, dan solusi nyata untuk kemajuan Kampung Petta Barat. Hindari obral janji berlebihan. Visi dan misi harus terukur dan realistis, mengingat alokasi dana desa saat ini memerlukan pengelolaan yang sangat bijak dan efisien,” tegasnya.
Ia berharap para kandidat mampu menawarkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, sekaligus memahami kapasitas pemerintahan kampung dalam merealisasikan setiap rencana pembangunan.
Selain menekankan pentingnya program yang realistis, Marwan juga mengajak masyarakat dan seluruh pendukung calon untuk menjaga etika politik, memperkuat kebersamaan, serta menghindari perselisihan akibat perbedaan pilihan.
“Beda pilihan itu biasa, tetapi persaudaraan dan kebersamaan warga Petta Barat adalah yang utama. Bersainglah secara sehat, tunjukkan profesionalisme, dan jauhi politik uang (money politics),” pungkasnya.
Kampanye dialogis tersebut diikuti empat calon Kapitalaung Kampung Petta Barat yang berkompetisi dalam tahapan pemilihan periode ini, yakni:
-Rusli Pagihari, nomor urut 1.
-Sitti Sjahra Gabriel, nomor urut 2.
-Ahmad Makaminan, nomor urut 3.
-Mustapa Masoara, nomor urut 4.
Keempat kandidat secara bergantian memaparkan visi, misi, gagasan, serta program kerja di hadapan pemerintah kampung, panitia pemilihan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Pemaparan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengetahui arah pembangunan yang ditawarkan masing-masing kandidat, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan secara bertanggung jawab.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah dalam kegiatan itu juga menjadi bagian dari perhatian terhadap pelaksanaan tahapan demokrasi di tingkat kampung.
Melalui kampanye yang berlangsung secara dialogis, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga suasana tetap aman, tertib, dan kondusif hingga seluruh tahapan pemilihan selesai.
Perbedaan pilihan politik diharapkan tidak memutus hubungan persaudaraan, sehingga siapa pun yang nantinya mendapat kepercayaan masyarakat dapat menjalankan amanah dengan mengutamakan kepentingan bersama dan kemajuan Kampung Petta Barat.
(Hulik Manahede)











