SANGIHE, Expektasi.com – Mewakili Bupati Kepulauan Sangihe, Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah, Dr. Jopi Thungari, M.Kes., menghadiri pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang diselenggarakan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Beach Tahuna tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di wilayah kepulauan dan perbatasan.
Dalam sambutannya mewakili Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jopi Thungari menyampaikan apresiasi atas komitmen BPOM Sangihe dalam membangun birokrasi yang berintegritas, profesional, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, pencanangan Zona Integritas tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial ataupun sekadar upaya memperoleh predikat WBK dan WBBM. Lebih dari itu, pencanangan tersebut harus menjadi landasan perubahan budaya kerja yang menjunjung tinggi kejujuran, transparansi, akuntabilitas, serta bebas dari praktik korupsi.
“Pencanangan Zona Integritas ini tentunya bukan sekadar seremoni ataupun upaya meraih predikat semata, melainkan sebuah pernyataan komitmen bersama untuk membangun budaya kerja yang jujur, transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi. Keberhasilan birokrasi tidak diukur dari banyaknya penghargaan, melainkan dari seberapa besar manfaat pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Jopi.
Ia menegaskan, keberadaan BPOM memiliki peran strategis dalam melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat melalui pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan. Peran tersebut tidak hanya penting bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, tetapi juga bagi wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Menurutnya, pengawasan obat dan makanan bukan semata-mata persoalan administratif maupun pelaksanaan regulasi, tetapi berkaitan langsung dengan jaminan keamanan, mutu, dan kelayakan produk yang dikonsumsi masyarakat.
Terlebih, kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai daerah kepulauan sekaligus wilayah perbatasan menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengawasan serta rantai distribusi obat dan makanan.
Karena itu, Jopi menilai diperlukan sinergi yang semakin kuat antara BPOM, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat guna memastikan produk yang beredar memenuhi standar keamanan dan mutu.
“Sinergi multipihak sangat diperlukan untuk memastikan obat dan makanan yang beredar di wilayah kita benar-benar aman, bermutu, dan layak dikonsumsi. Kami berharap pencanangan ini menjadi awal perubahan nyata, bukan sekadar komitmen di atas kertas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh jajaran BPOM Kepulauan Sangihe agar menjadikan integritas sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari. Selain itu, aparatur diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan yang cepat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta berani menghadirkan inovasi demi kepentingan publik.
Jopi juga menekankan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi tidak cukup diukur melalui pencapaian predikat atau penghargaan. Ukuran terpenting adalah tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah melalui pelayanan yang berkualitas dan bebas dari penyimpangan.
“Ingatlah bahwa yang kita kejar bukan sekadar predikat WBK dan WBBM, melainkan kepercayaan publik. Karena birokrasi yang hebat bukanlah birokrasi yang ingin dilayani, melainkan birokrasi yang bangga melayani,” pungkasnya.
Acara pencanangan Zona Integritas BPOM Kabupaten Kepulauan Sangihe kemudian resmi dilaksanakan dengan memohon berkat dan tuntunan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap pencanangan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan integritas aparatur, serta menghadirkan pelayanan publik yang bersih, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat.
(Hulik Manahede)











