Expektasi.com, Boltara – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boltara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Kepala BPBD Kabupaten Boltara, Irma Ginoga, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), penyebab utama musim kemarau di Indonesia adalah pergantian pola angin monsun.
“Musim kemarau terjadi ketika Angin Monsun Australia atau angin timuran yang bersifat kering mulai mendominasi dan menggantikan Monsun Asia atau angin baratan yang membawa banyak uap air. Akibatnya, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia menurun dan dimulailah musim kemarau,” ujar Irma Ginoga, Senin (13/07/2026).
Ia menambahkan, BMKG juga menjelaskan bahwa musim kemarau dapat berlangsung lebih panjang atau lebih kering apabila dipengaruhi oleh fenomena iklim global. Di antaranya adalah fenomena El Nino yang umumnya menyebabkan penurunan curah hujan di Indonesia sehingga musim kemarau menjadi lebih kering dan berpotensi berlangsung lebih lama.
Selain itu, kondisi suhu muka laut di sekitar wilayah Indonesia yang lebih rendah dari kondisi normal juga dapat mengurangi pasokan uap air ke atmosfer sehingga semakin memperkecil peluang terjadinya hujan.
Menurut Irma, musim kemarau memiliki potensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, terganggunya sektor pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan bijaksana serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” tegasnya.
BPBD Boltara juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana dengan segera melaporkan kepada pemerintah desa, pemerintah kecamatan, maupun BPBD apabila menemukan titik api, kejadian kekeringan, ataupun kondisi lain yang berpotensi menjadi bencana.
“Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganan dini sehingga risiko bencana dapat diminimalkan,” katanya.
Lebih lanjut, Irma memastikan BPBD Boltara akan terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menyiapkan personel dan peralatan yang tersedia untuk menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.
“Kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik meskipun dalam situasi efisiensi anggaran dan dengan keterbatasan peralatan yang masih belum memadai. Seluruh langkah penanganan akan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Irma berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengurangi risiko bencana.
“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, kita dapat meminimalkan dampak musim kemarau yang berkepanjangan serta melindungi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.











