BPBD Boltara Ungkap Penyebab Kekeringan dan Imbau Warga Waspada Selama Musim Kemarau

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu kawasan yang mengalami kekeringan akibat cuaca ekstrem dan musim kemarau di dekat kantor DPRD Boltara, warga setempat mengatakan bahwa lokasi tersebut awalnya persawahan dan sudah digenangi air dalam kurun waktu yang sangat lama, bahkan telah menjadi spot mancing, namun telah kering.

Salah satu kawasan yang mengalami kekeringan akibat cuaca ekstrem dan musim kemarau di dekat kantor DPRD Boltara, warga setempat mengatakan bahwa lokasi tersebut awalnya persawahan dan sudah digenangi air dalam kurun waktu yang sangat lama, bahkan telah menjadi spot mancing, namun telah kering.

Expektasi.com, Boltara – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boltara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Kepala BPBD Kabupaten Boltara, Irma Ginoga, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), penyebab utama musim kemarau di Indonesia adalah pergantian pola angin monsun.

“Musim kemarau terjadi ketika Angin Monsun Australia atau angin timuran yang bersifat kering mulai mendominasi dan menggantikan Monsun Asia atau angin baratan yang membawa banyak uap air. Akibatnya, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia menurun dan dimulailah musim kemarau,” ujar Irma Ginoga, Senin (13/07/2026).

Ia menambahkan, BMKG juga menjelaskan bahwa musim kemarau dapat berlangsung lebih panjang atau lebih kering apabila dipengaruhi oleh fenomena iklim global. Di antaranya adalah fenomena El Nino yang umumnya menyebabkan penurunan curah hujan di Indonesia sehingga musim kemarau menjadi lebih kering dan berpotensi berlangsung lebih lama.

Selain itu, kondisi suhu muka laut di sekitar wilayah Indonesia yang lebih rendah dari kondisi normal juga dapat mengurangi pasokan uap air ke atmosfer sehingga semakin memperkecil peluang terjadinya hujan.

Menurut Irma, musim kemarau memiliki potensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, terganggunya sektor pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan bijaksana serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” tegasnya.

BPBD Boltara juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana dengan segera melaporkan kepada pemerintah desa, pemerintah kecamatan, maupun BPBD apabila menemukan titik api, kejadian kekeringan, ataupun kondisi lain yang berpotensi menjadi bencana.

“Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanganan dini sehingga risiko bencana dapat diminimalkan,” katanya.

Lebih lanjut, Irma memastikan BPBD Boltara akan terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menyiapkan personel dan peralatan yang tersedia untuk menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

“Kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik meskipun dalam situasi efisiensi anggaran dan dengan keterbatasan peralatan yang masih belum memadai. Seluruh langkah penanganan akan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Di akhir keterangannya, Irma berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengurangi risiko bencana.

“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, kita dapat meminimalkan dampak musim kemarau yang berkepanjangan serta melindungi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pantau Harga dan Stok Pangan, TPID Boltara Turun Langsung ke Pasar Bolangitang
Warga Temukan Jasad Pria di Perkebunan Perindu, Ini Penjelasan Polsek Bolangitang
Wakapolres Boltara Cek Kendaraan Dinas dan Senjata Api
Bupati Boltara Terima Kunjungan Perdana Danrem 131/Santiago
SIDAK ASN Terapkan Metode Kedip Mata dan Gerakan Tubuh, Pure Inovasi Cegah Manipulasi Absensi
Inspektorat Boltara Mitra Strategis Pemda, Kawal Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Bupati SJL Ubah Tradisi Apel, Pejabat Eselon II Ikut Berpanas-Panasan
Bupati Boltara Serahkan Bantuan Benih Jagung APBN
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:29 WITA

Pantau Harga dan Stok Pangan, TPID Boltara Turun Langsung ke Pasar Bolangitang

Senin, 7 September 2026 - 14:24 WITA

Wakapolres Boltara Cek Kendaraan Dinas dan Senjata Api

Kamis, 3 September 2026 - 20:10 WITA

Bupati Boltara Terima Kunjungan Perdana Danrem 131/Santiago

Selasa, 1 September 2026 - 20:41 WITA

SIDAK ASN Terapkan Metode Kedip Mata dan Gerakan Tubuh, Pure Inovasi Cegah Manipulasi Absensi

Selasa, 1 September 2026 - 19:24 WITA

Inspektorat Boltara Mitra Strategis Pemda, Kawal Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Berita Terbaru

Foto : Kantor Kapitalaung Kampung Bahu

Sangihe

Pemerintah Kampung Bahu Siaga Cegah Api Merambat

Rabu, 9 Sep 2026 - 17:57 WITA

Kapolsek Tabukan Utara Iptu David Kojongian bersama anggota Polsek, dan Danramil Tabukan Utara dan Anggota Koramil Tabukan Utara

Hukrim

Polsek Tabut Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan di Naha

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:56 WITA