Pemberantasan TB di Sangihe Kini Berbasis Aplikasi Web, Pemkab Luncurkan SANTER-TB

Selasa, 7 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Handry Pasandaran

Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Handry Pasandaran

Expektasi.com, Sangihe – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi meluncurkan Sistem Akselerasi Nusantara Tangguh Eliminasi Tuberkulosis (SANTER-TB), sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang untuk memperkuat pengendalian dan pemberantasan tuberkulosis (TB) di daerah. Peluncuran berlangsung di Tahuna Beach Hotel and Resort, Senin (6/7/2026).

Peluncuran inovasi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati Tendris Bulahari, Ketua DPRD Denny Roy Tampi, S.E., tokoh agama, akademisi, tenaga kesehatan, serta kader TB se-Kabupaten Kepulauan Sangihe.

SANTER-TB merupakan inovasi yang digagas Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, M.E., sebagai solusi atas masih tingginya angka pasien TB yang menghentikan pengobatan sebelum dinyatakan sembuh atau Lost to Follow Up.

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa keberhasilan penanganan TB sangat bergantung pada komitmen pasien untuk menjalani pengobatan hingga tuntas.

“Komitmen pasien menjadi kunci utama. Ketika obat dihentikan di tengah jalan, maka penanganannya akan jauh lebih sulit karena risiko resistensi obat. Aplikasi ini hadir untuk memastikan seluruh proses pengobatan dipantau sampai benar-benar selesai,” tegasnya.

Ia menjelaskan, berbeda dengan stunting yang dapat terlihat melalui indikator fisik, TB menjadi tantangan tersendiri karena tidak mudah dikenali. Meski demikian, penyakit tersebut dapat disembuhkan sepenuhnya apabila pasien disiplin menjalani pengobatan selama enam bulan.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TB. Menurutnya, pasien tidak boleh dikucilkan karena penyakit tersebut tidak menular melalui sentuhan maupun berbagi makanan.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menegaskan tidak khawatir apabila jumlah temuan kasus TB meningkat setelah implementasi aplikasi tersebut.

“Lebih baik datanya terbuka sehingga semua pasien bisa ditangani, daripada banyak penderita yang tidak terdata dan akhirnya terlambat diobati. Semakin cepat ditemukan, semakin kecil risiko penularannya,” ujarnya sembari mengapresiasi kerja keras Dinas Kesehatan bersama seluruh kader TB.

Sementara itu, dr. Handry Pasandaran menjelaskan bahwa SANTER-TB mengintegrasikan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan TB, mulai dari Dinas Kesehatan, puskesmas, kader TB, pasien, hingga keluarga pasien dalam satu sistem pemantauan yang terpadu.

Salah satu fitur unggulan aplikasi ini adalah Electronic Directly Observed Treatment (iDOT), yaitu sistem pengawasan minum obat secara elektronik. Melalui fitur tersebut, pasien atau anggota keluarga cukup mengunggah video saat pasien mengonsumsi obat sebagai bukti kepatuhan menjalani terapi.

Tak hanya itu, aplikasi juga dilengkapi dengan sistem peringatan dini. Apabila pasien tidak mengonsumsi obat selama 24 jam, sistem akan otomatis mengirimkan notifikasi kepada petugas kesehatan. Jika belum ada tindak lanjut, tenaga kesehatan akan melakukan kunjungan langsung ke rumah pasien untuk memastikan pengobatan tetap berjalan sesuai prosedur.

Dengan hadirnya SANTER-TB, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap upaya eliminasi tuberkulosis dapat berjalan lebih efektif melalui pemanfaatan teknologi digital, sekaligus meningkatkan kepatuhan pasien dalam menyelesaikan pengobatan hingga sembuh total.

(Hulik Manahede)

Berita Terkait

Buka Seminar Budaya, Bupati Michael Thungari Dorong Pelestarian Rumah Tradisional Sangihe sebagai Identitas Jati Diri
Musdes RKP Desa Bahu 2027, Pj Kapitalaung Tekankan Kepentingan Masyarakat
Kemarau Panjang, Jamaah Imaduddin Bahu Bersimpuh Memohon Hujan
Pemerintah Kampung Bahu Salurkan Bantuan Pangan 30 Kg kepada 161 KPM
Wujud Nyata Kesehatan Ibu dan Anak, Pemerintah Kampung Bahu Gelar Posyandu Terpadu
HKGB ke-74, Bhayangkari Tabukan Utara Sapa Warga hingga Relawan Karhutla
Aksi Bhayangkari Peduli: Salurkan Air Mineral ke Posko Relawan BELANTARA
Lahan Cengkih Terbakar, Kapolsek Tabukan Tengah Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:42 WITA

Buka Seminar Budaya, Bupati Michael Thungari Dorong Pelestarian Rumah Tradisional Sangihe sebagai Identitas Jati Diri

Rabu, 30 September 2026 - 19:06 WITA

Musdes RKP Desa Bahu 2027, Pj Kapitalaung Tekankan Kepentingan Masyarakat

Jumat, 25 September 2026 - 08:38 WITA

Kemarau Panjang, Jamaah Imaduddin Bahu Bersimpuh Memohon Hujan

Kamis, 24 September 2026 - 12:27 WITA

Pemerintah Kampung Bahu Salurkan Bantuan Pangan 30 Kg kepada 161 KPM

Selasa, 22 September 2026 - 15:19 WITA

Wujud Nyata Kesehatan Ibu dan Anak, Pemerintah Kampung Bahu Gelar Posyandu Terpadu

Berita Terbaru

Plt. Bupati Boltara Mohammad Aditya Pontoh bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026

Boltara

Plt Bupati MAP Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:52 WITA