Sering Konsumsi Gula Berlebihan, Ini Dampak Pada Tubuh

Sabtu, 5 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi gula berlebihan

ilustrasi gula berlebihan

Expektasi.com, Kesehatan – Ketika seseorang mengkonsumsi terlalu banyak makan-makanan manis, akan muncul tanda-tanda tubuh kelebihan gula. Merujuk Kementerian Kesehatan RI, orang dewasa disarankan untuk membatasi asupan gula maksimal 50 gram atau 4 sendok makan per hari.

Apabila terlalu banyak, gula yang seharusnya menjadi sumber energi justru akan menyebabkan masalah pada kesehatan. Dikutip dari WebMD, ini yang terjadi pada tubuh saat kelebihan gula.

  1. Mempengaruhi otak
    Mengonsumsi gula akan membuat otak mengeluarkan zat kimia yang memicu rasa senang yang disebut dopamin. Hal itu yang membuat seseorang cenderung akan terus menginginkan makanan atau minuman manis.

    Namun, makanan utuh seperti buah dan sayur yang mengandung gula tidak menyebabkan otak melepaskan banyak dopamin. Kondisi ini akan membuat otak terus membutuhkan lebih banyak gila untuk merasakan perasaan senang, misalnya seperti es krim atau cokelat.

    2. Mempengaruhi suasana hati
    Saat memakan permen atau kue dapat memberikan ledakan energi yang cepat atau sugar high, dengan meningkatkan kadar gula dengan cepat. Saat kadar gula turun karena sel-sel tubuh menyerap gula, akan muncul rasa gelisah atau cemas.

    Namun, jika terlalu sering mengkonsumsi makanan manis, gula mulai mempengaruhi suasana hati setelah pukul 3 sore. Bahkan, sebuah penelitian mengaitkan asupan gula yang tinggi dengan risiko depresi yang lebih besar pada orang dewasa.

    3. Memicu kerusakan gigi
    Terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis seperti permen dapat merusak gigi. Bakteri yang menyebabkan gigi berlubang suka memakan gula yang menempel di mulut setelah makan sesuatu yang manis.

    4. Memicu nyeri sendi
    Terlalu banyak makan permen terbukti dapat memperburuk nyeri sendi, karena peradangan yang terjadi. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan atau minum banyak gula lebih mungkin mengalami artritis reumatoid.

    5. Menyebabkan efek samping pada kulit
    Efek samping lain dari peradangan yang disebabkan kelebihan gula adalah membuat kulit lebih cepat menua. Gula berlebih menempel pada protein dalam aliran darah dan menciptakan molekul berbahaya, yang disebut advanced glycation end products (AGE) atau produk akhir glikasi lanjutan.

    Molekul-molekul ini membuat kulit menua dengan merusak kolagen, elastin kulit, dan serat protein yang menjaga kulit tetap kencang. Hasilnya, kulit akan lebih cepat kerutan dan kendur.

    6. Berpengaruh pada jantung
    Ketika makan atau minum terlalu banyak gula, insulin ekstra dalam aliran darah dapat mempengaruhi arteri di seluruh tubuh. Ini menyebabkan dindingnya meradang, tumbuh lebih tebal dari biasanya dan lebih kaku, ini membuat jantung stres dan merusaknya seiring waktu.

    Hal ini dapat menyebabkan penyakit jantung, seperti gagal jantung, serangan jantung, dan stroke.

    Penelitian juga menunjukkan bahwa mengurangi gula dapat membantu menurunkan tekanan darah, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.

    Ditambah lagi, orang yang mengonsumsi banyak gula tambahan (setidaknya 25 persen kalori mereka berasal dari gula tambahan), dua kali lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung dibandingkan mereka yang pola makannya mengandung kurang dari 10 persen kalori total dari gula tambahan.

    7. Mempengaruhi ginjal
    Jika mengalami diabetes, terlalu banyak gula dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Ginjal memainkan peran penting dalam menyaring darah.

    Setelah kadar gula darah mencapai jumlah tertentu, ginjal mulai melepaskan kelebihan gula ke dalam urine. Jika tidak terkontrol, diabetes dapat merusak ginjal, yang mencegah ginjal melakukan tugasnya dalam menyaring limbah dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan gagal ginjal.

    8. Memicu kenaikan berat badan
    Semakin banyak gula yang dikonsumsi, berat badan akan terus bertambah. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum minuman manis cenderung memiliki berat badan lebih. Bahkan, lebih berisiko terkena diabetes tipe 2.

    Jumlah gula yang berlebihan dapat mengobarkan sel-sel lemak, yang menyebabkannya melepaskan zat kimia yang menambah berat badan.

    9. Mengganggu kesehatan seksual
    Bagi para pria, disarankan untuk tidak mengkonsumsi hidangan penutup yang manis-manis sebelum berhubungan seks. Gula dapat mempengaruhi rangkaian kejadian yang dibutuhkan untuk ereksi.

    Gula mempengaruhi sistem peredaran darah, yang mengontrol aliran darah ke seluruh tubuh. Sebab, aliran darah tersebut harus bekerja dengan baik untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

Sumber : detikhealth

Berita Terkait

Perkuat SDM Kesehatan, Bupati SJL Berangkatkan Dokter Umum Ikuti PPDS Jantung di RS Harapan Kita
Proyek Gas Medis RSUD Liun Kendage Antar Sangihe Juara 1 NSIC 2026
Dinkes Boltara Gelar Workshop E-BLUD 2026
Pemberantasan TB di Sangihe Kini Berbasis Aplikasi Web, Pemkab Luncurkan SANTER-TB
Idul Adha 1447 H: RSUD Liun Kendage Tahuna Pastikan Pelayanan Tetap Optimal
Satu-satunya di Sulut, RSUD Liun Kendage Tahuna Resmikan Ruang Rawat Inap Jiwa “Teratai”
Pelatihan Limbah Fasyankes Dinkes Boltara Ditutup, 18 Peserta Lulus dan 3 Terbaik
RSUD Liun Kendage Tahuna Gandeng Dekopinda Sangihe, Optimalkan Pengelolaan Usaha
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Perkuat SDM Kesehatan, Bupati SJL Berangkatkan Dokter Umum Ikuti PPDS Jantung di RS Harapan Kita

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:57 WITA

Proyek Gas Medis RSUD Liun Kendage Antar Sangihe Juara 1 NSIC 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:52 WITA

Dinkes Boltara Gelar Workshop E-BLUD 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:14 WITA

Pemberantasan TB di Sangihe Kini Berbasis Aplikasi Web, Pemkab Luncurkan SANTER-TB

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:51 WITA

Idul Adha 1447 H: RSUD Liun Kendage Tahuna Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

Berita Terbaru