Expektasi.com, Gorontalo Utara – Dalam upaya memastikan keberlanjutan kualitas pendidikan tinggi, Universitas Ichsan Gorontalo Utara (UIGU) menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Acara ini dihadiri oleh Tim Bidang Akademik Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XVI GoSulut Tenggo (LLDIKTI Wilayah XVI) yang dipimpin oleh Bapak Akub Z. Busura bersama anggota tim, Bapak Lafandri Ilahude, Bapak Hidayat Chandra dan Ibu Sri Rahayu Modjo.
SPMI merupakan upaya institusional untuk memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di UIGU sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. SPMI dirancang untuk mendukung terwujudnya visi dan misi universitas melalui peningkatan kualitas secara berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh civitas akademika dalam proses penjaminan mutu.
Monev menjadi bagian penting dalam pelaksanaan SPMI, yang dihadiri langsung oleh Tim Bidang Akademik LLDIKTI wilayah XVI bertujuan untuk mengukur efektivitas implementasi, mengidentifikasi kendala, serta memberikan masukan strategis untuk perbaikan berkelanjutan. Proses ini dilakukan secara terstruktur dan terukur guna memastikan kepatuhan terhadap standar mutu serta peningkatan performa institusi.
Dalam kegiatan ini, Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Utara, Dr. Fatmah M. Ngabito, S.Ip., M.Si, menyampaikan apresiasi atas dukungan LLDIKTI dalam memastikan implementasi SPMI berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. “SPMI adalah landasan utama untuk mencapai akreditasi yang unggul dan peningkatan kualitas berkelanjutan. Dengan adanya monev ini, kami berharap dapat memetakan pencapaian serta memperbaiki kekurangan yang ada,” ungkapnya, Rabu (04/12/2024).
Lebih lanjut, Melalui proses monev SPMI yang konsisten dan berkesinambungan, Universitas Ichsan Gorontalo Utara diharapkan mampu menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing, secara nasional, Komitmen bersama seluruh elemen universitas dalam menjalankan SPMI menjadi kunci utama keberhasilan dalam mewujudkan visi universitas Ichsan Gorontalo.
“Pihaknya berharap dengan monev ini bisa teridentifikasinya kesenjangan antara pelaksanaan dan standar yang ditetapkan, tersedianya rekomendasi yang spesifik, realistis, dan implementatif untuk perbaikan, terciptanya budaya mutu yang kuat melalui keterlibatan aktif seluruh komponen universitas dan peningkatan kinerja universitas dalam akreditasi nasional maupun internasional,” imbuhnya.
Ketua Sistem Penjaminan Mutu Internal Unisan Gorut, Olha Musa, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa proses monev ini melibatkan evaluasi terhadap pelaksanaan standar mutu di seluruh fakultas dan unit kerja di lingkungan kampus. “Kami fokus pada penyelarasan dokumen mutu dengan implementasinya di lapangan. Ini penting untuk menciptakan budaya mutu yang konsisten,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Sekretaris SPMI Unisan Gorut, Ir. Yulanda Yunus, S.Kom., M.Kom., yang menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan kesempatan untuk memberikan pendampingan teknis kepada para dekan dan unit kerja terkait agar lebih memahami proses SPMI.
“Menilai tingkat pencapaian pelaksanaan standar mutu pada bidang akademik, tata kelola, sumber daya, dan layanan kemahasiswaan. Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam implementasi SPMI. Memberikan rekomendasi strategis untuk perbaikan dan pengembangan sistem mutu, Menjamin kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, baik pada tingkat internal maupun eksternal,” ucapnya.
Para dekan di lingkungan Unisan Gorut turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam diskusi serta presentasi capaian mutu masing-masing fakultas. Diskusi berjalan dinamis dengan masukan konstruktif dari Tim LLDIKTI Wilayah XVI, yang memberikan pandangan strategis untuk meningkatkan sistem penjaminan mutu di Unisan Gorut.
Dalam sesi penutup, Bapak Akub Z. Busura menyampaikan apresiasi atas komitmen Unisan Gorut dalam melaksanakan SPMI. “Kami berharap hasil monev ini dapat menjadi pijakan untuk perbaikan sistem yang lebih baik, sehingga Universitas Ichsan Gorontalo Utara mampu menjadi contoh dalam pengelolaan mutu pendidikan tinggi,” katanya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan Universitas Ichsan Gorontalo Utara dalam mengelola mutu pendidikan demi menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing.











