Expektasi.com, Boltara – Suasana Kantor Desa Batu Bantayo, Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), mendadak memanas pada Selasa (29/7/2025) siang. Hal ini dipicu dugaan tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh Sangadi Batu Bantayo, Warman Adang Salhasin (WAS), terhadap salah seorang warganya, Erika Taniyo (ET).
Peristiwa tersebut terjadi saat masyarakat tengah berkumpul di kantor desa untuk menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Diduga, insiden itu juga disaksikan oleh sejumlah warga dan aparatur desa, bahkan disebut-sebut dihadiri oleh perwakilan dari Kantor Camat Pinogaluman.
Menurut keterangan korban, insiden bermula dari laporan salah satu warga kepada Sangadi terkait dugaan teriakan di pekarangan rumahnya. Menanggapi laporan tersebut, Sangadi memerintahkan kepala dusun untuk memanggil korban ke kantor desa.
Namun, sesampainya di kantor desa, korban mengaku langsung mendapatkan perlakuan kasar.
“Saya baru sampai di kantor desa, Sangadi langsung menampar wajah saya beberapa kali tanpa bertanya terlebih dahulu. Padahal sebelumnya, saya hanya bercanda dan berbicara agak keras dengan sepupu dan tante saya setelah musyawarah keluarga terkait tanah warisan,” ungkap ET kepada wartawan, Kamis (31/07/2025).
Salah satu saksi yang juga sepupu korban membenarkan kejadian tersebut.
“Namanya juga bercanda, pasti suaranya agak keras. Tapi saat sampai di kantor desa, Sangadi langsung memukul korban. Saya bahkan sempat mencoba melerai,” ujarnya.
Saat dimintai klarifikasi, WAS membantah telah melakukan pemukulan. Menurutnya, tindakan yang dilakukan hanyalah bentuk pembinaan agar suasana tidak semakin memanas setelah mediasi sengketa tanah warisan.
“Kami baru saja melakukan sidang sengketa tanah antara kakak beradik. Selesai musyawarah, korban teriak di luar. Saya suruh panggil untuk ditanyai. Memang saya memberi tekanan agar dia mengaku, tapi saya yakin 99 persen pukulan saya tidak mengenai korban,” tegasnya.
Meski demikian, pihak korban bersama keluarganya telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polsek Pinogaluman pada malam hari, Selasa (29/7/2025). Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. (Burhan)











