LP-KPK Boltara Siap Surati Bupati, Desak Pemeriksaan Pajak PLTU Binjeita

Minggu, 12 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LP-KPK akan menyurati Bupati Boltara, terkait dugaan kelalaian pajak daerah PLTU Binjeita

LP-KPK akan menyurati Bupati Boltara, terkait dugaan kelalaian pajak daerah PLTU Binjeita

Expektasi.com, Boltara – Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) menegaskan akan mengambil langkah resmi dengan menyurati Bupati Boltara, Inspektorat Daerah, dan Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD). Langkah ini dilakukan untuk meminta kejelasan dan transparansi terkait dugaan tunggakan serta ketidakpatuhan pajak daerah oleh PLTU Binjeita.

Ketua LP-KPK Boltara, Fadli Alamri, menilai dugaan tersebut merupakan indikasi lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di bidang fiskal daerah. Ia menekankan, pemerintah tidak boleh membiarkan perusahaan besar yang beroperasi dengan izin dan fasilitas negara mengabaikan kewajibannya terhadap daerah.

“Ini bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi sudah menyentuh ranah moral fiskal. Masyarakat kecil terus dituntut taat bayar pajak dan retribusi, sementara entitas besar seperti PLTU Binjeita diduga belum melaksanakan kewajiban pajaknya. Ini bentuk ketidakadilan publik yang nyata,” tegas Fadli Alamri, Minggu (12/10/2025).

Fadli mengatakan, LP-KPK akan melayangkan surat resmi ke tiga instansi kunci, Bupati Boltara, Inspektorat, dan BPKPD, guna meminta penjelasan resmi dan audit menyeluruh terhadap kewajiban pajak PLTU Binjeita.

“Kami akan meminta agar dilakukan pemeriksaan mendalam. Jika ditemukan adanya tunggakan atau pelanggaran, harus ada tindakan tegas sesuai hukum, baik administrasi maupun pidana fiskal. Tidak boleh ada perlakuan istimewa,” ujarnya.

Langkah tersebut, kata Fadli, merupakan tindak lanjut dari temuan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Boltara dalam pembahasan KUA–PPAS Tahun Anggaran 2026, yang mengungkap adanya potensi tunggakan pajak dan retribusi daerah oleh PLTU Binjeita.

Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya menjadikan temuan Banggar sebagai momentum memperkuat sistem pengawasan fiskal serta memastikan seluruh sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) berjalan optimal.

“Ketika transfer pusat menurun, satu-satunya cara menjaga kemandirian daerah adalah dengan memastikan penerimaan dari berbagai sektor benar-benar masuk ke kas daerah,” jelas Fadli.

LP-KPK juga menyoroti potensi kebocoran PAD akibat lemahnya kontrol dan transparansi dalam pengelolaan pajak perusahaan besar. Hal ini, menurutnya, tidak hanya berdampak pada keuangan daerah, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap integritas pemerintah.

“Kalau rakyat telat bayar langsung disanksi, seharusnya perusahaan besar juga dikenai aturan yang sama. Jangan sampai hukum kita tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” kritik Fadli dengan nada keras.

Ia menambahkan, LP-KPK siap mendorong audit investigatif dan penegakan hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran yang merugikan keuangan daerah. Kami juga membuka ruang kolaborasi dengan aparat penegak hukum jika diperlukan untuk memastikan keadilan fiskal benar-benar ditegakkan.

“Kami tidak ingin hanya berhenti di kritik. LP-KPK akan memantau proses ini hingga tuntas. Jika ada pelanggaran, harus ada konsekuensi hukum yang nyata. Ini soal integritas pemerintahan dan keadilan bagi rakyat,” tegasnya.

Fadli menyerukan agar Pemkab Boltara segera menindaklanjuti temuan DPRD dan memastikan audit kepatuhan pajak PLTU Binjeita dilakukan secara terbuka dan akuntabel.

“Daerah butuh keberanian untuk menegakkan aturan, bukan kompromi terhadap pelanggaran. Keadilan fiskal harus berlaku bagi semua, tanpa pengecualian,” pungkas Fadli Alamri.

Berita Terkait

Prof Ronald Mawuntu: OTT Bukan Vonis, Nasib Hukum SJL Ditentukan Pembuktian
Plt Bupati MAP Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
RKS Minta Revitalisasi Lapangan Inomasa dan Jalan Bintauna Tetap Jalan di APBD-P 2026
KPK Geledah Sejumlah Kantor Pemkab Boltara, Ini Daftarnya
KPK Geledah 3 Kantor Boltara, Selain Brangkas Kosong, Apa yang Ditemukan?
KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Boltara, Ditemukan Brangkas
Polisi Sahabat Anak, TK Al-Multazam Kenal Dunia Kepolisian Sejak Dini
MAP Jadi Plt Bupati, Pelayanan Boltara Tetap Berjalan
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:41 WITA

Prof Ronald Mawuntu: OTT Bukan Vonis, Nasib Hukum SJL Ditentukan Pembuktian

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:52 WITA

Plt Bupati MAP Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Selasa, 29 September 2026 - 22:41 WITA

RKS Minta Revitalisasi Lapangan Inomasa dan Jalan Bintauna Tetap Jalan di APBD-P 2026

Senin, 28 September 2026 - 14:05 WITA

KPK Geledah 3 Kantor Boltara, Selain Brangkas Kosong, Apa yang Ditemukan?

Senin, 28 September 2026 - 09:53 WITA

KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Boltara, Ditemukan Brangkas

Berita Terbaru

Plt. Bupati Boltara Mohammad Aditya Pontoh bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026

Boltara

Plt Bupati MAP Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:52 WITA