SANGIHE, Expektasi.com – Menghadapi kondisi cuaca kering yang berdampak pada meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Sangihe mengeluarkan imbauan kepada umat Islam untuk melaksanakan Shalat Istisqa.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat bernomor B-799/KK.23.03.04/BA.00/9/2026 yang diterbitkan di Tahuna pada 8 September 2026 dan ditandatangani langsung Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kepulauan Sangihe, Drs. H. Kusnadi.
Melalui surat tersebut, Kemenag Sangihe mengimbau seluruh Ketua Badan Takmirul Masjid (BTM) dan Imam Masjid di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe agar mengajak jamaah masing-masing untuk melaksanakan Shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Shalat Istisqa merupakan salat sunah yang dilaksanakan secara berjamaah sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa rahmat, keberkahan, serta kemaslahatan bagi seluruh makhluk hidup.
Dalam imbauannya, Kemenag Sangihe juga mengajak umat Islam untuk memperbanyak doa, istighfar, serta meningkatkan amal kebajikan di tengah kondisi kekeringan yang terjadi.
“Mari bersama-sama memperbanyak doa, istighfar, dan amal kebajikan, serta tetap melakukan ikhtiar nyata dengan menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” pesan Drs. H. Kusnadi.
Kemenag Sangihe menekankan bahwa ikhtiar spiritual tersebut perlu berjalan beriringan dengan upaya nyata dalam menjaga lingkungan. Masyarakat diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran, tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, serta bersama-sama menjaga kawasan hutan dan lahan.
Melalui gerakan moral dan spiritual tersebut, Kemenag Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap hujan segera turun, sehingga dampak kekeringan dapat berkurang dan risiko bencana kebakaran hutan maupun lahan dapat ditekan.
Selain menjadi bentuk penghambaan dan permohonan kepada Allah SWT, pelaksanaan Shalat Istisqa diharapkan dapat memperkuat kepedulian dan kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kondisi lingkungan yang sedang terjadi.
“Berdoa, Berikhtiar, dan Menjaga Lingkungan untuk Sangihe yang Aman dan Berkah.”
(Hulik Manahede)












