BOLTARA, Expektasi.com – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan musim kemarau berkepanjangan yang turut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, daya beli masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) justru menunjukkan kecenderungan tetap stabil.
Gambaran tersebut setidaknya terlihat dari tingginya aktivitas jasa pengiriman barang belanja online di wilayah Boltara. Berdasarkan pantauan media ini, aktivitas pengantaran barang pesanan konsumen melalui layanan J&T Express Boroko, Kecamatan Kaidipang, masih tergolong tinggi.
Sejumlah karyawan terlihat tetap sibuk mengantarkan paket pesanan konsumen ke berbagai wilayah di Kabupaten Boltara. Aktivitas tersebut berlangsung setiap hari dengan jumlah barang yang cukup banyak.
Salah satu karyawan J&T Express Boroko berinisial ID mengatakan, tingginya aktivitas pengiriman sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Dirinya bersama rekan-rekan kerja harus mengantarkan berbagai paket pesanan konsumen ke sejumlah wilayah di Boltara.
“Setiap hari kami selalu sibuk mengantar barang. Konsumen yang menggunakan jasa kami juga berasal dari berbagai kalangan dan tersebar di wilayah Boltara,” ujar ID, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, jika seluruh transaksi pengiriman yang ditangani setiap hari dihitung secara keseluruhan, nilai setoran kepada perusahaan dapat mencapai sekitar Rp70 juta per hari.
“Kalau ditotal, setiap hari kami menyetor ke perusahaan kurang lebih Rp70 juta,” ungkapnya.
Tingginya volume pengiriman tersebut menjadi salah satu gambaran menarik mengenai aktivitas konsumsi masyarakat Boltara. Di saat masyarakat dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi, termasuk efisiensi anggaran dan kondisi kemarau panjang, aktivitas belanja online masih terlihat cukup tinggi.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta menjadi ukuran tunggal untuk menyimpulkan tingkat daya beli masyarakat secara keseluruhan. Namun, tingginya perputaran barang melalui jasa pengiriman dapat menjadi salah satu indikator informal bahwa aktivitas konsumsi masyarakat masih berjalan dan belum mengalami penurunan yang signifikan.
Apalagi, J&T Express Boroko hanyalah salah satu perusahaan jasa pengiriman yang beroperasi di Boltara. Masih terdapat sejumlah perusahaan ekspedisi lainnya yang setiap hari juga melayani pengiriman barang dari berbagai daerah maupun pengantaran paket kepada masyarakat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa geliat ekonomi masyarakat Boltara masih memiliki daya tahan. Aktivitas belanja masyarakat, khususnya melalui platform daring, tetap berlangsung meskipun berbagai tantangan ekonomi dan kondisi cuaca tengah dihadapi.
Jika tren tersebut juga tercermin pada aktivitas perusahaan jasa lainnya, bukan tidak mungkin sektor konsumsi masyarakat Boltara masih menjadi salah satu penopang perputaran ekonomi daerah.
Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bahwa di balik berbagai tantangan yang ada, roda ekonomi masyarakat Boltara masih terus bergerak. Paket yang datang dan pergi setiap hari bukan sekadar barang kiriman, tetapi juga menjadi gambaran kecil tentang bagaimana aktivitas ekonomi masyarakat tetap hidup.












