Langka LPG 3 Kg, DPRD Boltara Koordinasi dengan Biro Perekonomian dan Pertamina

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Boltara bersama Sekprov Sulut dan Kepala Biro Perekonomian Sulut dalam rangka koordinasi kelangkaan gas LPG 3 Kg

DPRD Boltara bersama Sekprov Sulut dan Kepala Biro Perekonomian Sulut dalam rangka koordinasi kelangkaan gas LPG 3 Kg

Expektasi.com, Boltara – Kelangkaan tabung Gas LPG 3 kilogram yang terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltara melakukan koordinasi dengan Biro Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara dan pihak Pertamina Patra Niaga.

Koordinasi tersebut dilaksanakan melalui pertemuan via Zoom yang berlangsung di ruang kerja Kepala Biro Perekonomian Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Rabu (14/01/2026).

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Boltara, Depri Pontoh, dan didampingi oleh anggota DPRD Boltara yakni Ronal Bolota, Tia Aprilia Modanggu, serta Ramlan Tinamonga.

Anggota Komisi II DPRD Boltara, Ronal Bolota, menjelaskan bahwa koordinasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab wakil rakyat dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik, khususnya kebutuhan energi rumah tangga.

“Koordinasi ini merupakan bagian dari kerja-kerja DPRD untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat benar-benar terpenuhi tanpa kendala. Kami sengaja berkoordinasi langsung dengan Kepala Biro Perekonomian Sulut dan meminta agar Pertamina Patra Niaga dihadirkan secara langsung, sehingga aspirasi masyarakat bisa kami sampaikan tanpa perantara,” ujar Ronal.

Lebih lanjut, politisi Partai Perindo tersebut menegaskan pentingnya penambahan kuota LPG 3 kilogram untuk Kabupaten Boltara. Selain itu, ia juga meminta agar pemerintah dan pihak terkait menindak tegas para pengecer atau pangkalan nakal yang memanfaatkan situasi dengan menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Penambahan kuota adalah hal mutlak yang wajib dipenuhi pemerintah agar kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Tidak ada kompromi bagi oknum pangkalan nakal. Jika ditemukan bukti pelanggaran, harus segera ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Ronal Bolota yang juga merupakan anggota DPRD Boltara Daerah Pemilihan III Kecamatan Kaidipang–Pinogaluman.

Ronal menambahkan, setelah pertemuan dengan Biro Perekonomian dan Pertamina Patra Niaga, pihaknya melanjutkan agenda koordinasi dengan Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, yang masih dalam rangkaian pembahasan penanganan kelangkaan LPG 3 kilogram di Boltara.

Berita Terkait

Seminar Aktualisasi Latsar CPNS Boltara Angkatan XII Digelar
Day 2 Latsar CPNS Boltara, Gubernur Sulut Kunjungi BPSDM
BPBD Boltara Ungkap Penyebab Kekeringan dan Imbau Warga Waspada Selama Musim Kemarau
Dinas Perkimtan Boltara Ganti 66 Unit Lampu Merkuri ke LED Cobra, PJU Lebih Terang dan Hemat Energi
Dinkes Boltara Gelar Workshop E-BLUD 2026
Pemkab Boltara Mulai Distribusi Air Bersih untuk 50 KK di Desa Komus II Timur
ABPEDNAS Sulut Perkuat Peran Strategis BPD di Boltara
Wakajati Sulut Kunker ke Boltara, Tekankan Program Jaga Desa untuk Cegah Pelanggaran Hukum
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:48 WITA

Day 2 Latsar CPNS Boltara, Gubernur Sulut Kunjungi BPSDM

Senin, 13 Juli 2026 - 18:41 WITA

BPBD Boltara Ungkap Penyebab Kekeringan dan Imbau Warga Waspada Selama Musim Kemarau

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:37 WITA

Dinas Perkimtan Boltara Ganti 66 Unit Lampu Merkuri ke LED Cobra, PJU Lebih Terang dan Hemat Energi

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:52 WITA

Dinkes Boltara Gelar Workshop E-BLUD 2026

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:21 WITA

Pemkab Boltara Mulai Distribusi Air Bersih untuk 50 KK di Desa Komus II Timur

Berita Terbaru

Kepala Sekolah SMP N 4 Mala bersama jajaran Guru dan Murid Baru Siswa Kelas VII

Pendidikan

Seru dan Edukatif, MPLS SMPN 4 Mala Resmi Berakhir

Jumat, 17 Jul 2026 - 13:18 WITA

Pelabuhan Nusantara Tahuna

Sangihe

Bongkar Muat Rampung, Pelabuhan Tahuna Kembali Normal

Kamis, 16 Jul 2026 - 20:33 WITA