Merindukan Gus Dur, di Bulan Gus Dur

Minggu, 22 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kamil Buhohang Sekretaris GP. Ansor Bolmut

Foto : Kamil Buhohang Sekretaris GP. Ansor Bolmut

Expektasi.com, Bolmut – Merindukan Gus Dur, Di Bulan Gus Dur. Terlahir dengan semangat komitmen Kebangsaan, Kemanusiaan, ke-Indonesiaan dan konsistensi perjuaangan Penguatan Tradisi dengan basis kebudayaan lokal serta tentunya gelombang pergerakan oleh kaum santri dalam upaya membebaskan diri dari belenggu penjajahan yang sangat memberikan dampak derita yang mendalam bagi seluruh rakyat, maka Tanggung jawab Sejarah itulah yang senantiasa dipegang oleh GP. Ansor hingga saat ini dan menjadikan Organisasi Badan Otonom Nahdlatul Ulama pada sayap pemudanya bisa bertahan dan tumbuh sampai detik ini. dengan pencapaian yang sangat luar biasa itu, tentunya mengubah wajah GP. Ansor menjadi Organisasi Pemuda terbesar di Indonesia hingga Dunia.

Tentunya pencapaian dan raihan ini haruslah menjadi “Standarisasi” Bagi pengurusnya disemua level dan tingkatan. Sebagai Semangat konsepsi dan aktulisasi pada rule mode pengelolaan organisasi yg sifatnya terprogramatik-tersistemik, terencana dan tentunya tidak menghilangkan “ruh” Perjuangan GP. Ansor itu sendiri.

Ketua Umum GP. Ansor Addin Jauharuddin dalam Upaya Mendorong gagasan GP. Ansor sebagai garda depan bagi perjuangan Nahdlatul Ulama, mengusung Visi yang berpusat pada gerak kaum muda ditandai dengan komitmen kuat untuk memberdayakan dan memberikan ruang bagi kaum muda untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam bidang ekonomi dan sosial-budaya. Selain itu, pengalamannya tidak hanya terbatas di GP Ansor. Addin juga aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), di mana ia memiliki sejarah panjang sebagai pemimpin, menjabat sebagai Ketua Umum PB PMII pada masa khidmat 2011-2013 dan sebelumnya sebagai salah satu Ketua PB PMII pada periode 2008-2010. Keaktifannya juga terlihat dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), di mana ia pernah menjadi Sekretaris Jenderal DPP.

Addin Jauharudin telah menyatakan fokusnya pada dua hal utama selama kepemimpinannya, yaitu pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi kader Ansor. Selain itu, ia berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang telah dilaksanakan oleh Gus Yaqut. Dengan visi ini, Addin berharap GP Ansor dapat menjadi penggerak agenda besar perjuangan Nahdlatul Ulama. Usai dilantik dan dikukuhkan kepengurusan PP GP Ansor masa khidmat 2024-2029, dalam penjabaran visinya Addin menyebutkan bahwa kekuatan sumber daya manusia dan kreativitas kader Ansor harus fokus pada upaya meretas jalan membangun kekuatan ekonomi bisnis, inovasi dan kapasitas sumber daya manusia.

K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

K.H. Abdurrahman Wahid atau yang lebih “Familiar” Kita menyebutnya dengan Nama Gus Dur. Lahir pada 4 Agustus 1940 di Denanyar, Jombang. Ayahnya  K.H A. Wahid Hasyim, putra dari K.H M Hasyim Asy’ari (Tebuireng). sedangkan ibunya, Ny. Hj. Sholichah, adalah Putri K.H Bisri Syansuri (Denanyar). K.H.M Hasyim Asy’ari semasa Hidupnya menjabat sebagai Rais Akbar, sedangkan K.H. Bisri Syansuri menjabat Rais Aam Sesudahnya. Dari kedua jalur nasab itu Menunjukan bahwa K.H. Abdurrahman Wahid mempunyai aliran “darah biru” Kiyai yang sangat besar dan berpengaruh.

Pendidikan Gus Dur, Tahun 1953 menamatkan Pendidikan dadar di Jakarta, lalu meneruskan di SMEP Gowangan, Yogyakarta sambil belajar di pesantren Krapyak pada tahun 1956. Setelah tamat dari SMEP, melanjutkan pendidikan di pesantren Tegalrejo, Magelang, selama tiga tahun. Lalu ke pesantren Tambakberas, Jombang. Mengajar di Madrasah Muallimat Tambakberas sejak tahun 1959. Setelah dari situ Gus Dur melanjutkan Pendidikan ya di Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir tahun 1960-an. Kemudian pindah ke fakultas Sastra Universitas Baghdad, Iraq. Sampai akhirnya setelah pulang dari pendidikan di timur tengah Gus Dur mengajar di Fakultas Ushuluddin Universitas Hasyim Asy’ari, Tebuireng, Jombang. Sekaligus menjadi dekannya (1972-1974) serta menjadi Sekretaris Pesantren Tebuireng tahun 1974-1979.

Masuk ke Jajaran NU Tahun 1979 atas dorongan Kakeknya, K.H. Bisri Syansuri, yang saat itu menjabat Rais Aam PBNU. Gus Dur langsung Menempati Posisi Wakil Katib Aam PBNU. Pada Muktamar NU ke-27 di Situbondo ia terpilih sebagai ketua umum PBNU Bersama K.H. Acmad Siddiq sebagai Rais Aam. Jabatan itu disandangnya hingga tiga periode, yakni lewat muktamar ke-27 di Situbondo (1984), Muktamar ke-28 di Yogyakarta (1989), dan Muktamar ke-29 di Cipasung (1994). Dalam Muktamar ke-30 di Lirboyo, Kediri (1999) Gus Dur Pada Saat itu sebagai Presiden Republil Indonesia diangkat sebagai salah seorang Mustasyar PBNU. Dalam Sidang Umum MPR tahun 1999,

Gus Dur diangakat sebagai Presiden RI keempat, Menggantikan Bj Habibie. Selama memegang jabatan Presiden Gus Dur banyak Melakukan Reshuffle kabinet, sehingga banyak menimbulkan perlawanan dari partai-partai asal menteri itu berada. Puncaknya, ia diserang lewat impeachment oleh para Anggota dewan. Dan Akhirnya dijatuhkan lewat sidang Istimewa MPR Tahun 2000, peristiwa tidak akan mudah untuk dilupakan oleh kalangan muda NU dan tentunya siapakah dalang dibalik peristiwa itu?

Mendorong “Batas” GP. Ansor Bolaang Mongondow Utara

  1. ANSOR Bolaang Mongondow Utara Sejak 2013 telah Hadir di Negeri Pesisir Pantai Utara (Bolaang Mongondow Utara). dalam Perkembanganya kini GP. ANSOR telah Tumbuh-Subur bersama Kader-kadernya di enam kecamatan yang ada ada sebagai basis Struktur PAC. Dengan perangkat Struktur yang ada tersebut diharapkan akan mampu menjadi Inti gerak bagi keberlangsungan kerja-kerja organisasi yang masif, Aktif dan Transformasif dan tentunya sebagai upaya dalam menerbarluaskan semangat Islam “Ahlull Sunnah Waljamaah” Sebagai perekat persaudaran Kemanusiaan yang senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai moderatif, Inklusif, tranformatif dan bisa memberikan manfaat bagi orang banyak.

Dalam upaya mendorong Mandat Organisasi sebagaimana yang telah disebutkan diatas, GP. Ansor Bolaang Mongondow Utara meletakan garis perjuanganya kepada semua pengurus di berbagai tingkatan Baik Pengurus Cabang, Pengurus PAC Hingga Pengurus Ranting, dengan memusatkan pada tiga hal yakni Sebagai berikut; 1. Pendidikan dan pengembangan Sumber daya manusia. 2. Optimalisasi Sumber daya Organisasi dengan berpusat kepada pengembangan Sektor ekonomi kreatif bagi kader. 3. Penguatan karakter kader dengan menghidupkan tradisi majelis dalam rangka menghidupakan semangat spritualitas, religiusitas yang di dalamnya menggema semangat “ketuhanan” Sebagai “episentrum” Kekuatan jiwa dan rohani bagi para setiap kadernya.

Dari ketiga skala prioritas yg telah disebutkan diatas maka proses keberlangsungan jalan Organisasi GP. Ansor Bolaang Mongondow Utara dapat dipastikan berjalan pada rulle modelnya, sebagaimana penulis akan jabarkan dan uraiakan dibawah ini.

  1. Pendidikan dan Pengembangan Sumber daya Manusia

Pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia adalah sesuatu yang vital bagi sebuah organisasi kepemudaan oleh karena Sumber daya manusia adalah aktor, pelaku, pegiat yang menjalankan aktivasi pergerakan (Rule Movement), peramu ide (Rule Reasoning) maupun pelaksana (Rule Aplikasion). Yang akan bekerja pada “dapur” Kaderisasi dalam upaya menyajikan Output Sumber Daya manusia yang bisa dan sigap menghadapi zamanya dengan segala konsekuensi dan ragam dinamikannya. Untuk itu GP. Ansor Bolaang Mongondow Utara menyiapkan “flatform” Kaderisasi yang “sistemik, berjenjang, berlanjut” demi memastikan kerja-kerja kaderisasi dalam rangka menyiapkan sumber daya manusianya dapat memberikan pengaruh yang positif bagi kemajuan Organisasi. Pola kaderisasi dan aktivasinya sudah dilaksanakan secara berkala dan dilakukan secara bertahap, sejak 2015 pada PKD Angkatan Pertama, 2016 pada DTD Angkatan kedua, 2018 DTD Angkatan ketiga, 2021 DTD Angkatan keempat serta DTD serentak dilaksanakan di setiap PAC pada tahun 2022. Dengan pola kaderisasi yg berstandar dan ragam karakteristik kader sudah tentu membawa Pengaruhnya pada wajah Organisasi GP. Ansor Bolaang Mongondow Utara saat ini, ini adalah kekayaaan suprastruktur yang dimiliki oleh organisasi yang sama kita cintai ini. Potensi strategis sebagai khasanah Ruang hidup bagi GP. ANSOR, Namun kekayaan dan potensi itu tidak akan termaksimalkan dengan baik jika tidak ditopang oleh pengutan basis Kaderisasi, Kerangka idelogi, Asas tujuan organisasi? Inilah pekerjaan rumah kita saat ini.

  1. Optimalisasi Sumber daya Organisasi dengan berpusat kepada pengembangan Sektor ekonomi kreatif bagi kader dan Organisasi.

Dalam rangka memastikan keberlangsungan Organisasi selain pada level kaderisasi, GP. ANSOR Bolaang Mongondow Utara menekankan pada upaya kemandirian Organisasi dengan melakukan pengembangan pada sektor ekonomi kreatif. Dalam rangka melaksanakan itu maka GP. ANSOR mendirikan Lembaga ekonomi dengan nama Badan Usaha Milik Ansor (BumAnsor). Lembaga ini didirikan sebagai sarana ruang kreatifas kader pada wilayah usaha, permodalan, dan giat ekonomi. Sebagai kemandirian Organisasi dalam menggerakan potensi ekonomi bagi organisasi maupun kader yg konsisten dalam bidang usahahanya. Selain adanya Lembaga  BumAnsor tadi, di tiap PAC menggenjot gagasan “Ansor Berkebun” Dilaksakan pada beberapa PAC, alhamdulillah sampai saat ini masih sebagian jalan, dan lainya masih dalam tahapan “Intensifikasi”. Dalam hal ini “kreatifitas” dan “mobilitas” secara konsisten perlu untuk terus dan tetap teraktualisasikan.

  1. Penguatan karakter kader dengan menghidupkan tradisi majelis dalam rangka menghidupakan semangat spritualitas, religiusitas yang di dalamnya menggema semangat “ketuhanan” Sebagai “episentrum” Kekuatan jiwa dan rohani bagi para setiap kadernya.

Sebagai Organisai yang terlahir dari Rahim Nahdlatul Ulama, GP. Ansor haruslah selalu “mengidentitaskan” dirinya sebagai bagian dari Jam’iiyah NU. Baik dalam hal Bertindak, Berbicara, maupun berperilaku. Tentunya, hal-hal prisip inilah yang membedakan GP. Ansor dan organisasi lainya.

  1. Ansor Terlahir sebagai Ruang Kaderisasi dan Aktualisasi dalam rangka untuk. menyiapkan kader-kader NU dimasa yang akan datang, sudah tentu GP. Ansor bertanggung jawab penuh Bagi NU selain Sebagai Badan Otonomnya, GP. Ansor haruslah terus memantaskan dirinya untuk tetap berada di garda depan bagi NU. dalam menjalanlan Kebijakan NU pada level Pemudanya. Diharapkan GP. Ansor benar-benar matang secara Pengetahuan, Keterampilan, dan Tentunya jiwanya tidak akan “tergoda” Dengan apapun yg tidak sesuai dengan Amanah dan bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut oleh para kiyai-kiyai Nahdlatul Ulama.

Dalam rangka itu terus mendorang, upaya kaderisasi secara berjenjang seperti yang sudah penulis uraikain diatas tadi, GP. Ansor Bolaang Mongondow utara, menjadikan majelis dan perkumpulan kader-kadernya dilaksanakan secara  Rutinitas di setiap minggunya. Dilaksanakan oleh Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalull Ansor sebagai upaya pengutan spritulitas, “nutrisi” bagi Jiwa dan ruang ruhani kader. Serta wadah aktualisasi silaturrahim bagi para kader-kadernya. Dan inilah salah satu kebanggan yang lamban laun telah  identitas diri yg dimiliki oleh GP. Ansor Bolaang Mongondow Utara.

Catatan di Akhir Tulisan.

  1. Apakah GP. Ansor dapat Mendorong Batas Dirinya Untuk Tahun 2025 dan dimasa yang akang datang..?
  2. Gus Dur Sebagai Salah satu Tokoh teladan yg baik untuk kita bisa ikuti setiap langkahnya baik berpikir, Berpengertahunan, dan Aktualisasi Tanggung jawab sosial dan Politik kebangsaan.
  3. Basis Kaderisasi GP Ansor Bolaang Mongondow Utara apakah akan bisa menjawab tantangan kita bersama di masa yang akan datang.?

Petikan Cerita Gus Dur bagi kita semua:

Pagi itu, Beberapa Santri Tebuireng sedang momong anak laki-laki putra pertama gurunya. Dia sedang belajar berjalan, jangkahnya tertatih-tatih. Sebentar-sebentar ia terjatuh. Setiap kali ia jatuh, para santri langsung menolong dengan membangunkan dan membersihkan badanya dari debu yang menempel.

Namun ketika K.H A. Wahid Hasyim, ayahnya mengetahui peristiwa itu, ia segera melarang para santri melakukan hal itu.

“Jangan ditolong! biarkan dia berdiri sendiri, agar bisa cepat mandiri… ” Para santri pun berdiam diri. Mereka hanya bisa mengamati gus-nya sedang belajar Berjalan, Tanpa bisa memberikan  pertolongan.

Anak kecil yang sedang belajar berjalan itu adalah Abdurrahman Ad-Dachil, yang biasa dikenal dengan sebutan Gus Dur atau K.H Abdurrahan Wahid

Catatan “Aksi-Refleksi” Meretas Jalan Masa Depan GP. Ansor Bolaaang Mongondow Utara

Oleh: Kamil Buhohang (Sekretaris GP. Ansor Bolmut)

Berita Terkait

Klarifikasi Pihak Sekolah Terkait Isu Viral Penahanan Ijazah di SMA N 1 Tabukan Utara
SMK Negeri 1 Kaidipang Resmi Buka SPMB Tahun Ajaran 2026-2027, Siapkan Generasi Siap Kerja dan Mandiri
Wabup Tendris Bulahari Irup Hardiknas dan HUT Otonomi Daerah ke-30
Wabup Boltara Resmi Buka Latsar CPNS 2026, 268 Peserta Siap Dibentuk Jadi ASN Berkualitas
Perkuat Sinergi Pendidikan, Pemerintah Kampung Bahu Apresiasi Kemajuan SDN Bahu
Bupati Boltara Resmi Buka Sosialisasi Budaya Baca dan Literasi
Pemkab Sangihe Resmi Buka TKA SD 2026, Fokus pada Pemetaan Mutu Pendidikan
Bupati Boltara Resmi Tutup Diklat BCKS 2026, Tekankan Kepemimpinan Visioner di Dunia Pendidikan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:19 WITA

Klarifikasi Pihak Sekolah Terkait Isu Viral Penahanan Ijazah di SMA N 1 Tabukan Utara

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:31 WITA

SMK Negeri 1 Kaidipang Resmi Buka SPMB Tahun Ajaran 2026-2027, Siapkan Generasi Siap Kerja dan Mandiri

Senin, 4 Mei 2026 - 18:24 WITA

Wabup Tendris Bulahari Irup Hardiknas dan HUT Otonomi Daerah ke-30

Senin, 27 April 2026 - 19:49 WITA

Wabup Boltara Resmi Buka Latsar CPNS 2026, 268 Peserta Siap Dibentuk Jadi ASN Berkualitas

Sabtu, 25 April 2026 - 15:26 WITA

Perkuat Sinergi Pendidikan, Pemerintah Kampung Bahu Apresiasi Kemajuan SDN Bahu

Berita Terbaru