Expektasi.com, Sangihe – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi memulai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun 2026, Senin (20/4/2026). Pembukaan dilakukan secara serentak di dua lokasi berbeda oleh Michael Thungari, SE.,MM dan Wakil Bupati Tendris Bulahari sebagai bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar di wilayah kepulauan.
Bupati Michael Thungari membuka pelaksanaan TKA di SD Negeri 3 Tahuna, Kelurahan Tidore, didampingi oleh Asisten I, Kepala Dinas Pendidikan, serta Kasat Pol PP. Sementara itu, Wakil Bupati Tendris Bulahari secara bersamaan membuka kegiatan di SD Negeri 2 Tahuna, bersama Asisten III, Kepala Dinas Kominfo, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa TKA bukan sekadar ujian rutin, melainkan instrumen strategis untuk memetakan kualitas pembelajaran di setiap satuan pendidikan.
“TKA ini menjadi instrumen untuk memetakan mutu pendidikan, mengidentifikasi potensi siswa, serta memperkuat kualitas pembelajaran. Kita ingin melihat sejauh mana anak-anak menyerap materi, bukan sekadar mencari siapa yang paling pintar,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik yang telah berperan aktif dalam membimbing siswa hingga siap mengikuti asesmen tersebut.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Tendris Bulahari menekankan pentingnya kesiapan teknis dan integritas selama pelaksanaan ujian. Ia mengingatkan agar seluruh peserta mengikuti tes dengan jujur dan penuh percaya diri.
Beberapa poin penting yang ditekankan Wakil Bupati antara lain memastikan kesiapan jaringan internet, perangkat komputer, serta server agar berjalan optimal. Selain itu, hasil TKA diharapkan menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah serta menyiapkan generasi Sangihe yang kompetitif dalam menghadapi Bonus Demografi 2045.
Melalui pelaksanaan TKA secara serentak ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap dapat memperoleh gambaran objektif mengenai kemampuan siswa di seluruh wilayah. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas, demi mencetak generasi unggul yang berdaya saing.
(Hulik Manahede)










