Expektasi.com, Gorontalo Utara – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Iqbal Alaydrus, beberapa hari yang lalu mengunjungi lokasi pelaksanaan Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) yang digagas oleh tim dosen Universitas Ichsan Gorontalo Utara (Unisan Gorut). Program ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat ( DRTPM).
Kunjungan tersebut berlangsung di Desa Langke, Kecamatan Gentuma Raya, yang menjadi salah satu wilayah sasaran program. Iqbal Alaydrus menyampaikan apresiasinya atas inisiatif akademisi Unisan Gorut yang berkolaborasi untuk mengatasi berbagai tantangan sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.
“Program Kosabangsa ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan di daerah. Atas nama rakyat, kami sangat berterimakasih kepada Tim Dosen Universitas Ichsan Gorut yang telah merintis pengembangan bioethanol. Pihaknya pastikan program ini akan ditindaklanjuti, ” ujar Iqbal.
Selama kunjungan, Iqbal berdialog dengan masyarakat setempat dan tim pelaksana program. Ia juga meninjau berbagai kegiatan yang sedang berlangsung.
Anggota tim pelaksana Muhamad Anas, SE.,MM mengungkapkan bahwa program ini memiiki implikasi dan potensial untuk menjadi sumber pendapatan petani aren di desa langke.
Dikatakannya, etanol dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh petani aren dengan harga jual dengan standar alcohol 70 persen dikisaran Rp. 50.000 /liter.
“Dengan begitu masyarakat bisa beralih untuk tidak lagi memproduksi minuman keras jenis cap tikus yang acap kali menimbulkan permasalahan hukum. Petani cukup menghasilkan nira kemudian dijual ke sentra pembuatan bioethanol,” jelasnya.
Iqbal Alaydrus berjanji akan mendorong program-program serupa untuk mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah, terutama dalam hal dukungan anggaran dan kebijakan. Ia juga mengajak berbagai pihak untuk turut serta mendukung inisiatif seperti Kosabangsa agar manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di Gorontalo.
Program ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.











