Expektasi.com, Gorontalo Utara – Universitas Ichsan Gorontalo Utara (Unisan Gorut) menggelar seminar bertajuk “Pendidikan Karakter sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan terhadap Anak” sebagai wujud nyata komitmen institusi dalam mendorong pembentukan karakter anak yang kuat dan positif.

Seminar ini menghadirkan dua pemateri utama, yaitu Rektor Unisan Gorut, Dr. Fatma M. Ngabito, S.IP., M.Si, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gorontalo Utara, Salha Ak. Uno, S.Pd., M.AP., yang dipusatkan dismart classroom unisan gorut, Kamis (31/10/2024).
Dalam pemaparannya, Dr. Fatma M. Ngabito menekankan bahwa pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini, dari sejak ibu mengandung usia empat dan lima bulan janin atau dalam rahim, agar anak-anak memiliki landasan nilai yang kuat untuk bertindak positif dan menghargai orang lain. Pentingnya karakter dalam pendidikan, terutama sebagai dasar pencegahan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
“Pembentukan karakter anak yang baik adalah investasi jangka panjang dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan. Anak-anak yang memiliki karakter kuat cenderung lebih menghargai diri sendiri dan orang lain, sehingga potensi terjadinya kekerasan bisa diminimalkan,” ujarnya.
Dikatakannya, Pendidikan karakter bukan hanya tentang disiplin atau tata krama, tetapi juga cara kita menanamkan nilai-nilai kebaikan, empati, dan rasa tanggung jawab. “Ketika anak-anak kita dibekali dengan karakter yang kuat, mereka tidak hanya akan tumbuh menjadi individu yang baik tetapi juga mampu membangun lingkungan yang lebih aman bagi generasi mendatang,” kata Dr. Fatma.
Salha Ak. Uno, S.Pd., M.AP, menambahkan pentingnya sinergi antara pendidikan karakter di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah bekerja keras untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak melalui program perlindungan yang lebih intensif.
“Melalui pendidikan karakter, kita tidak hanya membangun individu yang berintegritas, tetapi juga lingkungan yang lebih aman dan ramah anak. Penting bagi kita semua, baik orang tua, pendidik, maupun pemerintah, untuk berperan aktif dalam upaya ini,” tutur Salha.
“Peran orang tua dan pendidik sangat krusial dalam membentuk karakter anak yang kuat. Ini bisa menjadi langkah awal dalam memutus rantai kekerasan, terutama dengan memastikan lingkungan yang ramah anak dan menguatkan aspek perlindungan mereka,” imbuh Kepala Dinas.
Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dekan, dan jajaran lainnya yang antusias menyimak pemaparan tentang peran pendidikan karakter dalam mengatasi kekerasan terhadap anak. Para peserta mengakui bahwa seminar ini memberikan wawasan penting tentang perlindungan anak serta inspirasi untuk turut berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan positif bagi generasi mendatang.











