SANGIHE, Expektasi.com – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap pendidikan Al-Qur’an menggema di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Melalui kegiatan Safari Dakwah bersama penceramah nasional Habib Ahmad Al-Habsyi, Komunitas Riau Indonesia Mengaji berhasil menghimpun wakaf sebanyak 805 mushaf Al-Qur’an dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Imaduddin Bahu, Kecamatan Tabukan Utara, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Dakwah Komunitas Riau Indonesia Mengaji dengan mengusung tema “Wakaf One Family One Qur’an” atau Satu Keluarga Berwakaf Satu Al-Qur’an.
Salah satu perwakilan Tim Komunitas Riau Indonesia Mengaji, Karim, menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan program dakwah yang berfokus pada Wakaf 1 Juta Al-Qur’an dan pembinaan umat.
Menurutnya, komunitas yang bermarkas di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, tersebut datang ke Sangihe bersama Habib Ahmad Al-Habsyi dengan membawa misi menggemakan gerakan wakaf Al-Qur’an hingga ke berbagai daerah.
“Kami yang hadir bersafari dakwah ke Sangihe bersama Tuan Guru Habib Ahmad Al-Habsyi terdiri dari lima orang perwakilan dari Pekanbaru dalam rangka menggemakan gerakan Wakaf One Family One Qur’an,” ungkap Karim di hadapan para jemaah.
Ia juga menjelaskan bahwa Komunitas Riau Indonesia Mengaji berada di bawah binaan dan arahan para ulama serta lembaga keagamaan. Komunitas ini dibina oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jakarta dan MUI Kota Pekanbaru, serta mendapat bimbingan dari sejumlah dai nasional, di antaranya Habib Ahmad Al-Habsyi, almarhum Syekh Muhammad Jaber, dan Ustaz Riza Muhammad.
Gerakan dakwah tersebut telah berjalan selama tujuh tahun dengan konsisten melibatkan dai dan ustazah nasional untuk menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
Karim menyebutkan, semangat gerakan ini berawal dari amanah almarhum K.H. Tengku Zulkarnain, mantan Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, yang disampaikan sekitar tujuh tahun silam.
Kedatangan Habib Ahmad Al-Habsyi di Kabupaten Kepulauan Sangihe turut didampingi Dai Muda Sulawesi Utara, Ustaz Supriadi Haribae.
Masjid Imaduddin Bahu menjadi titik keempat dalam rangkaian Safari Dakwah tersebut. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi jemaah yang berhasil mengumpulkan 805 mushaf Al-Qur’an untuk selanjutnya disalurkan kepada pondok pesantren dan taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) setempat.
Dalam tausiyahnya, Habib Ahmad Al-Habsyi mengajak umat Islam untuk memperbanyak sedekah dan menjadikan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW mengenai keutamaan sedekah yang dapat menjadi sebab terhindarnya seseorang dari kematian yang meresahkan, menyulitkan, dan memilukan. Ia juga mengingatkan pentingnya mempersiapkan akhir kehidupan dengan memperbanyak amal kebaikan.
Tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, Habib Al-Habsyi turut mengajak seluruh jemaah untuk mengambil langkah nyata dengan menyisihkan sebagian rezeki terbaik guna mendukung perjuangan dakwah dan pendidikan agama.
“Jangan biarkan mereka berjuang sendirian di jalan Allah. Kehadiran saya di tempat ini pun merupakan salah satu bukti nyata keberkahan dari sedekah para jemaah sebelum kita,” ujar Habib Al-Habsyi.
Melalui Safari Dakwah ini, Komunitas Riau Indonesia Mengaji berharap masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe semakin tergerak untuk berpartisipasi dalam gerakan wakaf Al-Qur’an.
Program tersebut diharapkan mampu membantu memberantas buta aksara Al-Qur’an, memperluas akses masyarakat terhadap kitab suci, serta memperkuat pembinaan umat hingga ke pelosok negeri.
Adapun enam masjid dan lembaga yang menjadi lokasi Safari Dakwah Komunitas Riau Indonesia Mengaji di Sangihe, yakni:
1. Masjid Al-Ikhlas, Tariang Baru.
2. Masjid Al-Jihad, Raku.
3. MTs Yapist, Beha.
4. Masjid Imaduddin, Bahu.
5. Masjid Al-Ikhlas, Kendahe II.
6. Masjid Hj. H. Munirah, Malebur, Kelurahan Santiago.
(Hulik Manahede)











