SANGIHE, Expektasi.com – Pemerintah Kampung Bahu, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, turun langsung ke empat lindongan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melakukan pendataan kebutuhan warga dalam rangka mematangkan Program Ketahanan Pangan yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2027.
Kegiatan peninjauan dipimpin Plh. Sekretaris Kampung Bahu, Tahkima Salele, didampingi Bendahara Kampung, Jibril Makasaehe, serta para Kepala Lindongan. Peninjauan dilaksanakan secara bertahap mulai dari Lindongan IV, III, dan II pada Kamis (5/11/2026), kemudian dilanjutkan ke Lindongan I pada Jumat (6/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, jajaran pemerintah kampung berdialog langsung dengan masyarakat guna mendengarkan usulan, masukan, serta mengumpulkan data terkait pemanfaatan pekarangan rumah yang berpotensi dikembangkan untuk kegiatan pertanian.
Bendahara Kampung Bahu, Jibril Makasaehe, menjelaskan bahwa langkah turun lapangan ini merupakan bagian dari evaluasi dan pembenahan pola penyaluran bantuan ketahanan pangan agar lebih efektif, merata, dan tepat sasaran.
“Kami tidak ingin bantuan ini hanya asal diberikan tanpa melihat kebutuhan riil di lapangan. Melalui turun langsung ke setiap lindongan, kami ingin memilah dan memastikan siapa saja warga yang benar-benar aktif bertani dan ingin memanfaatkan pekarangan rumah mereka,” jelas Jibril di hadapan masyarakat.
Ia mengungkapkan, untuk mendukung program ketahanan pangan tahun 2027, Pemerintah Kampung Bahu telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp60 juta dari Dana Desa.
Menurutnya, terdapat perubahan pola penyaluran bantuan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya bantuan cenderung diberikan secara individu dalam jumlah terbatas, seperti satu saset bibit cabai untuk setiap penerima, maka pada tahun 2027 pemerintah kampung merencanakan pendekatan berbasis lindongan.
Melalui skema tersebut, bantuan bibit dalam jumlah lebih besar akan didistribusikan ke masing-masing lindongan untuk selanjutnya dibagikan secara proporsional kepada warga yang memiliki minat, kesiapan lahan, dan kemauan untuk mengembangkan kegiatan pertanian di pekarangan rumah.
Adapun bantuan yang direncanakan meliputi pengadaan bibit tanaman berkualitas, pupuk, polybag, serta obat-obatan penunjang tanaman guna mengantisipasi serangan hama.
Pemerintah Kampung Bahu berharap, pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan dan pendataan dapat menciptakan program ketahanan pangan yang tidak sekadar berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga mendorong produktivitas masyarakat.
Dengan demikian, pemanfaatan pekarangan rumah diharapkan mampu menjadi salah satu sumber pangan keluarga sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Kampung Bahu.
Pemerintah kampung juga berharap program yang direncanakan untuk Tahun Anggaran 2027 tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh lindongan.
(Hulik Manahede)











