Expektasi.com, Boltara – Kepedulian seorang pemimpin sejati tak hanya terlihat dari balik meja kerja, tetapi dari langkah nyata menyentuh langsung kehidupan rakyatnya. Itulah yang ditunjukkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., yang turun langsung “dapur ke dapur” meninjau kondisi masyarakat penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Selasa (14/04/2026).
Dengan langkah sederhana namun penuh makna, Bupati SJL sapaan akrabnya menyusuri lorong-lorong desa, mengetuk pintu rumah warga, menyaksikan langsung realitas kehidupan yang selama ini hanya tersaji dalam laporan. Di sana, ia tidak sekadar melihat—tetapi mendengar, merasakan, dan memastikan bahwa negara benar-benar hadir bagi mereka yang paling membutuhkan.
“Ini bukan sekadar program, ini tentang tanggung jawab dan kemanusiaan. Kita ingin memastikan bantuan ini benar-benar sampai kepada mereka yang berhak,” tegasnya dengan penuh empati.
Peninjauan ini merupakan bagian dari Program Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem melalui bantuan rehab berat dan pembangunan baru rumah layak huni. Tak hanya memeriksa kondisi fisik bangunan, Bupati juga melakukan verifikasi menyeluruh, termasuk status kepemilikan tanah, guna mencegah potensi sengketa di kemudian hari.
Sebanyak 7 unit rumah yang bersumber dari APBD Boltara Tahun 2026 akan diberikan kepada warga yang telah diverifikasi, yakni:
1. Alfret Garing (Desa Sangtombolang)
2. Farham Paputungan (Desa Bintauna Pantai)
3. Alfian Samuel (Desa Bintauna Pantai)
4. Hendra D. Gereu (Desa Mome)
5. Mohamad Kantohe (Desa Bunong)
6. Rahim Abubakar (Desa Ollot I)
7. Erni Gumohung (Desa Kuala Utara)
Tak berhenti di situ, komitmen pemerintah daerah semakin diperkuat dengan hadirnya 537 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, yang diterima langsung oleh Bupati dalam forum Musrenbang RKPD Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam setiap kunjungan, wajah haru dan harapan terpancar dari masyarakat. Bagi mereka, kehadiran seorang pemimpin di depan pintu rumah bukan hanya simbol perhatian, tetapi juga bukti bahwa mereka tidak lagi berjalan sendiri.
Didampingi Ketua TP PKK Boltara, Ny. Ening Sutrisni Lasena Adam, S.ST, serta jajaran pemerintah daerah dan unsur TNI/Polri, langkah Bupati SJL menjadi gambaran nyata bahwa kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang hadir, mendengar, dan bertindak.
Langkah “dapur ke dapur” ini bukan sekadar kunjungan, melainkan pesan kuat: bahwa masa depan Bolaang Mongondow Utara sedang dibangun dari rumah-rumah sederhana—dengan kepedulian, kehadiran, dan keberpihakan kepada rakyat kecil.










