Expektasi.com, Sangihe – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) PHBI Kecamatan Tabukan Utara terus mempererat tali silaturahmi dengan umat Muslim di wilayah perbatasan melalui kegiatan Safari Ramadhan. Minggu malam (22/02/2026), Tim VII melaksanakan kunjungan ke Mushollah As-Salaam Kampung Bahu yang berada di Lindongan 3, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Koordinator Tim VII, Hasyim Samalam, S.Sos. Kehadiran tim semakin istimewa dengan partisipasi tokoh legislatif daerah, Jais Salele, yang merupakan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Turut hadir dalam rombongan sejumlah tokoh pendidikan dan agama, di antaranya H. Masruru Salele, S.Pd.I., M.Pd., H. Nasrun Sandala, S.Pd.I., Ustadz Arham Padarat, S.Pd.I., Jebrel Makasaehe, S.Kom., serta Hulik Manahede.
Dalam sambutannya, Hasyim Samalam menjelaskan bahwa program Safari Ramadhan tahun ini dirancang untuk menjangkau seluruh masyarakat Muslim di wilayah Tabukan Utara.
“Sebanyak delapan tim Safari Ramadhan dibentuk dan bergerak secara simultan ke berbagai masjid dan mushollah agar syiar Ramadhan dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Arham Padarat, S.Pd.I. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci Ramadhan.
Ia mengutip hadis tentang doa Malaikat Jibril AS yang diaminkan Rasulullah SAW, mengenai kerugian bagi umat Muslim yang bertemu Ramadhan namun tidak memperoleh ampunan dari Allah SWT. Pesan tersebut menjadi refleksi spiritual bagi jamaah Mushollah As-Salaam agar memaksimalkan amal ibadah.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan wakaf Al-Qur’an oleh Jais Salele kepada Wakil Imam Mushollah As-Salaam Kampung Bahu. Wakaf tersebut diharapkan dapat mendukung pembinaan keagamaan serta meningkatkan semangat membaca Al-Qur’an di kalangan masyarakat.
Kegiatan Safari Ramadhan PHBI Tabukan Utara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat di wilayah perbatasan.
(Hulik Manahede)










