Hakekat Puasa: Menahan Hawa Nafsu, Bukan Sekadar Lapar dan Dahaga

Senin, 10 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ketua IKA-PMII Bolmut  Imaaduddiyn Guhung

Foto Ketua IKA-PMII Bolmut Imaaduddiyn Guhung

Expektasi.com, Bolmut – Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan hawa nafsu. Hal ini disampaikan oleh Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Imaaduddiyn Guhung, S.Fil.I., Senin (10/03/2025).

Menurut Imaaduddiyn, hawa nafsu memiliki banyak keinginan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dapat membuat seseorang cenderung berlebihan. Padahal, segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik. “Hidup harus memiliki batas, dan batasan tersebut lebih pada mensyukuri nikmat. Syukur adalah kunci agar kita tidak jatuh dalam kekufuran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keinginan duniawi sering kali membuat manusia terlena dan terjebak dalam tipu muslihat dunia. “Kekuasaan dan harta melimpah tidak menjamin ketenangan hidup seseorang. Justru merasa puas dan cukup adalah kenikmatan hakiki dalam menjalani kehidupan,” tambahnya.

Bulan suci Ramadhan 1446 H menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengurangi sedikit demi sedikit nafsu duniawi. Puasa memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk berbenah dan menyadari keterbatasan yang dimiliki. Imaaduddiyn mengingatkan bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar menjadi hak milik manusia, karena segala sesuatu hanyalah titipan Allah SWT. “Jika Allah menghendaki untuk mengambil kembali apa yang telah dititipkan-Nya, maka tidak ada daya dan upaya bagi manusia untuk mempertahankannya,” tegasnya.

Saat ini, puasa telah melewati fase 10 hari pertama dan akan memasuki 10 hari kedua. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan penuh rahmat dan ampunan ini. “Namun, jika kita lalai dalam memanfaatkan bulan suci ini, maka tangisilah diri kita sendiri. Mungkin nafsu dunia telah menghalangi hati kita dari hidayah-Nya,” jelasnya.

“Bulan Ramadhan adalah momen refleksi diri dan peningkatan keimanan. Dengan memahami hakekat puasa yang sesungguhnya, seluruh umat Islam menaruh harap agar dapat menjalankan ibadah ini dengan penuh kesadaran dan ketulusan,” pungkas Imaaduddiyn.

 

Berita Terkait

Jelang Bulan Suci Ramadhan, Harga Bapok di Pasar Rakyat Boroko Relatif Stabil
Bupati Boltara Lantik Ogon Masuara sebagai Pj. Sangadi Desa Wakat
Bupati Boltara Lantik Pengurus Al Khairat Sangkub 2025–2030
HUT ke-1 Arch Coffee, Satukan Pecinta Catur Boltara di Pantai Batu Pinagut
Bupati Boltara Launching Program Makan Bergizi Gratis di SDN 4 Sangkub
Satpol PP Boltara Intensifkan Patroli dan Himbauan di Pantai Batu Pinagut
SJL-MAP Ikuti Apel Pagi ASN di Batu Pinagut, Dilanjutkan Senam dan Aksi Bersih Pantai
Bupati Boltara Pimpin Rakor Program Kegiatan Pemerintah Desa Tahun 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:19 WITA

Jelang Bulan Suci Ramadhan, Harga Bapok di Pasar Rakyat Boroko Relatif Stabil

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:14 WITA

Bupati Boltara Lantik Ogon Masuara sebagai Pj. Sangadi Desa Wakat

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:21 WITA

Bupati Boltara Lantik Pengurus Al Khairat Sangkub 2025–2030

Senin, 26 Januari 2026 - 13:41 WITA

HUT ke-1 Arch Coffee, Satukan Pecinta Catur Boltara di Pantai Batu Pinagut

Senin, 26 Januari 2026 - 13:04 WITA

Bupati Boltara Launching Program Makan Bergizi Gratis di SDN 4 Sangkub

Berita Terbaru