Gas LPG 3 Kg Langka di Pangkalan, Dijual Rp50 Ribu di Warung, Kadis DPMPTSP Boltara Dinilai “Silat Lidah”

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas PMPTSP Boltara, Irma Ginoga

Kepala Dinas PMPTSP Boltara, Irma Ginoga

Expektasi.com, Boltara – Kelangkaan tabung Gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) kian meresahkan masyarakat. Ironisnya, di saat pangkalan resmi kerap kehabisan stok, gas bersubsidi tersebut justru dengan mudah ditemukan di warung-warung dengan harga tak wajar, mencapai Rp50.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp22.000.

Fakta di lapangan menunjukkan kejanggalan serius. Sejumlah warung yang tidak mengantongi izin resmi sebagai pangkalan dilaporkan rutin menerima suplai puluhan hingga ratusan tabung LPG 3 kg setiap pekan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: bagaimana mungkin warung ilegal memiliki akses gas bersubsidi lebih mudah dibanding pangkalan resmi yang telah mengantongi izin pemerintah?

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Boltara, Irma Ginoga, saat dikonfirmasi media ini melalui telpon WhatsApp, menyebut kelangkaan LPG 3 kg disebabkan oleh penggunaan yang tidak tepat sasaran.

“Banyak pengguna LPG 3 kg bukan lagi kategori masyarakat miskin, padahal peruntukan gas ini seharusnya untuk masyarakat miskin,” ujar Irma, Sabtu (10/01/2026).

Namun pernyataan tersebut dinilai belum menyentuh akar persoalan. Pasalnya, berdasarkan keterangan Irma Ginoga, gas LPG 3 kg yang beredar di warung-warung tersebut diduga diperoleh melalui pesanan dari luar daerah, seperti Gorontalo, Kotamobagu, dan Manado, bukan melalui pangkalan resmi di Boltara.

Irma mengklaim pihaknya telah bekerja maksimal untuk menelusuri penyebab kelangkaan tersebut. “Kami sudah berusaha melakukan yang terbaik. Bahkan saat mayoritas orang berlibur, kami tetap bekerja mencari tahu penyebab kelangkaan LPG 3 kg,” keluhnya.

Meski demikian, Irma tidak menampik adanya laporan masyarakat terkait warung-warung yang menerima suplai LPG 3 kg dalam jumlah besar. Ia menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman.

“Coba cari tahu siapa di belakang atau yang membekingi warung tersebut,” ujar Irma, pernyataan yang justru dinilai publik sebagai bentuk silat lidah dan lempar tanggung jawab.

Hingga kini, belum terlihat langkah tegas berupa penertiban, sanksi, maupun penelusuran distribusi yang transparan. Sementara itu, masyarakat kecil sebagai penerima manfaat utama gas bersubsidi terus menjadi korban, dipaksa membeli LPG 3 kg dengan harga mencekik atau harus berkeliling dari pangkalan ke pangkalan tanpa hasil.

Kondisi ini menimbulkan desakan agar pemerintah daerah dan instansi terkait tidak sekadar menyampaikan dalih, melainkan segera mengambil tindakan konkret, mengungkap jalur distribusi ilegal, serta menindak pihak-pihak yang bermain di balik kelangkaan gas LPG 3 kg di Kabupaten Boltara.

Berita Terkait

Prof Ronald Mawuntu: OTT Bukan Vonis, Nasib Hukum SJL Ditentukan Pembuktian
Plt Bupati MAP Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
RKS Minta Revitalisasi Lapangan Inomasa dan Jalan Bintauna Tetap Jalan di APBD-P 2026
KPK Geledah Sejumlah Kantor Pemkab Boltara, Ini Daftarnya
KPK Geledah 3 Kantor Boltara, Selain Brangkas Kosong, Apa yang Ditemukan?
KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Boltara, Ditemukan Brangkas
Polisi Sahabat Anak, TK Al-Multazam Kenal Dunia Kepolisian Sejak Dini
MAP Jadi Plt Bupati, Pelayanan Boltara Tetap Berjalan
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:41 WITA

Prof Ronald Mawuntu: OTT Bukan Vonis, Nasib Hukum SJL Ditentukan Pembuktian

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:52 WITA

Plt Bupati MAP Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Selasa, 29 September 2026 - 22:41 WITA

RKS Minta Revitalisasi Lapangan Inomasa dan Jalan Bintauna Tetap Jalan di APBD-P 2026

Senin, 28 September 2026 - 14:05 WITA

KPK Geledah 3 Kantor Boltara, Selain Brangkas Kosong, Apa yang Ditemukan?

Senin, 28 September 2026 - 09:53 WITA

KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Boltara, Ditemukan Brangkas

Berita Terbaru

Plt. Bupati Boltara Mohammad Aditya Pontoh bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026

Boltara

Plt Bupati MAP Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:52 WITA