SANGIHE, Expektasi.com – Pesta demokrasi tingkat kampung di Kabupaten Kepulauan Sangihe segera mencapai puncaknya. Sebanyak 117 kampung dijadwalkan menggelar Pemilihan Kapitalaung secara serentak pada 21 Oktober 2026, dengan total 304 calon Kapitalaung yang akan berkompetisi merebut kepercayaan masyarakat.
Menjelang hari pencoblosan, semangat menjaga keamanan, persatuan, dan persaudaraan terus dikedepankan para kandidat. Hal itu salah satunya ditunjukkan oleh dua calon Kapitalaung Kampung Bahu, Kecamatan Tabukan Utara, yang sepakat menjadikan kontestasi politik sebagai momentum memperkuat persatuan masyarakat.
Usai mengikuti Deklarasi Kampanye Damai tingkat Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (6/10/2026), kedua kandidat menyampaikan pesan persaudaraan dan mengajak masyarakat Kampung Bahu untuk tetap menjaga kedamaian hingga seluruh tahapan pemilihan selesai.
Calon Kapitalaung nomor urut 1 sekaligus petahana, Amir Mahmud Hapantenda, menilai deklarasi kampanye damai menjadi momentum penting untuk mewujudkan proses pemilihan yang aman, tenteram, dan tetap dilandasi semangat kekeluargaan.
“Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dalam setiap kontestasi politik, namun jangan sampai perbedaan pilihan membuat kita terpecah belah. Salam damai,” ujar Amir.
Pesan senada disampaikan calon Kapitalaung nomor urut 2, Sahrudin Janis. Ia mengajak masyarakat menjadikan Pemilihan Kapitalaung sebagai ruang untuk menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi, bukan sebagai alasan untuk menciptakan permusuhan antarsesama warga.
“Setelah Pilkades selesai, kita tetap satu warga, satu lingkungan, dan tetap bersaudara. Jangan saling menghina, memfitnah, bahkan merendahkan. Siapapun nantinya yang terpilih, itu adalah Kapitalaung kita semua,” tegas Sahrudin.
Menurut kedua kandidat, kemenangan dalam sebuah kontestasi bukanlah alasan untuk mengorbankan hubungan persaudaraan yang telah terbangun di tengah masyarakat.
Karena itu, menjelang 21 Oktober 2026 sebagai hari pemungutan suara, masyarakat Kampung Bahu diimbau menggunakan hak pilih secara bijak dan menentukan pilihan sesuai hati nurani.
Warga juga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun tindakan negatif yang dapat memicu konflik dan merusak keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Komitmen kedua calon tersebut menjadi pesan penting bahwa persaingan dalam demokrasi tidak harus melahirkan permusuhan. Perbedaan pilihan politik hendaknya hanya berlangsung di bilik suara, sementara hubungan persaudaraan tetap dijaga di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dengan sinergi pemerintah daerah, panitia penyelenggara, aparat keamanan, para calon Kapitalaung, serta seluruh masyarakat, Pemilihan Kapitalaung serentak di 117 kampung se-Kabupaten Kepulauan Sangihe diharapkan berlangsung aman, tertib, demokratis, dan bermartabat.
Sebab, siapapun yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat, kepemimpinan tersebut pada akhirnya ditujukan untuk kepentingan seluruh warga kampung.
(Hulik Manahede)











