SANGIHE, Expektasi.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali menorehkan langkah penting dalam mewujudkan pemerataan energi dan keadilan pembangunan di wilayah perbatasan. Bupati Kepulauan Sangihe secara resmi meresmikan operasionalisasi listrik 24 jam di Kampung Beeng Laut dan Kampung Bebalang, Kamis (13/8/2026).
Peresmian tersebut dilaksanakan secara hibrida dan terhubung secara daring melalui Zoom Meeting bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay.
Hadirnya layanan listrik 24 jam menjadi babak baru bagi masyarakat di wilayah kepulauan tersebut. Sebelumnya, warga hanya menikmati pasokan listrik secara terbatas, berkisar antara 6 hingga 12 jam per hari.
Dengan beroperasinya listrik sepanjang hari, masyarakat kini memiliki akses energi yang lebih stabil untuk menunjang berbagai kebutuhan, mulai dari rumah tangga hingga pelayanan publik dan aktivitas ekonomi.
Listrik 24 jam diharapkan mampu memperkuat penerangan rumah tangga sekaligus memberikan ruang yang lebih baik bagi anak-anak untuk belajar. Di sektor kesehatan, ketersediaan energi secara penuh juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan medis, baik untuk kebutuhan harian maupun kondisi darurat.
Tidak hanya itu, peningkatan layanan kelistrikan juga diproyeksikan mampu meningkatkan efektivitas administrasi pemerintahan kampung, memperluas akses masyarakat terhadap informasi publik serta mendorong produktivitas pelaku usaha mikro dan kecil di wilayah perbatasan.
Keberhasilan menghadirkan listrik 24 jam tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PT PLN (Persero) dalam menjawab keterbatasan infrastruktur kelistrikan di kawasan pulau-pulau terluar.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga telah menetapkan sejumlah wilayah prioritas yang secara bertahap akan mendapatkan peningkatan layanan listrik menjadi 24 jam.
Delapan kampung yang masuk dalam daftar prioritas tersebut yakni Kampung Bukide, Bukide Timur, Kalama, Mahengetang, Para Salingkere, Kawaluso, Kawio dan Matutuang.
Pemkab Sangihe menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PT PLN (Persero) atas kolaborasi yang terus dilakukan untuk memperluas akses energi bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
Bagi pemerintah daerah, listrik 24 jam bukan sekadar persoalan penerangan. Lebih dari itu, ketersediaan energi menjadi fondasi untuk memperkuat pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, aktivitas ekonomi serta konektivitas masyarakat di kawasan garda terdepan Indonesia.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang semakin merata, inklusif dan berkeadilan, sehingga masyarakat yang berada di wilayah perbatasan tidak lagi merasa tertinggal dalam menikmati layanan dasar.
(Hulik Manahede)












