Expektasi.com, Boltara – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, bertempat di ruang kerja Bupati, Rabu (18/02/2026).
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam arahannya, Sekjen Kemendagri memaparkan tinjauan perkembangan inflasi dan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ke-2 Februari 2026.
Berdasarkan data yang disampaikan, tercatat sebanyak 21 provinsi mengalami kenaikan IPH, sementara 17 provinsi lainnya mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditas utama yang menjadi penyumbang kenaikan IPH di 21 provinsi tersebut adalah cabai rawit dan daging ayam ras.
Selain membahas kondisi inflasi nasional dan daerah, rakor juga dirangkaikan dengan sosialisasi penyelenggaraan jaminan produk halal serta evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program Tiga Juta Rumah sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Boltara menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Boltara untuk terus memperkuat sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama perangkat daerah terkait guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Boltara.
“Pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah akan terus melakukan langkah-langkah strategis, termasuk pemantauan harga dan distribusi komoditas agar tetap stabil dan terjangkau masyarakat,” ujar Bupati.
Pada rakor tersebut, Bupati Boltara didampingi oleh Asisten Administrasi Umum, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran TPID Kabupaten Boltara.










