Expektasi.com, Sangihe – Aktivitas vulkanik Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe terus menunjukkan peningkatan signifikan. Menyikapi kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status gunung api tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), terhitung mulai Selasa, 19 Mei 2026 pukul 13.00 WITA.
Keputusan itu diumumkan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Gunung Awu yang memiliki ketinggian 1.320 meter di atas permukaan laut itu kini berada dalam fase peningkatan tekanan magma menuju permukaan. Kondisi tersebut terdeteksi melalui lonjakan aktivitas gempa vulkanik, terutama gempa fase dalam dan dangkal.
Berdasarkan laporan pengamatan berkala yang disusun Petugas Pos Pengamatan Gunung Awu, Didi Wahyudi Pernama Putra Bina, periode 19 Mei 2026 pukul 12.00 hingga 18.00 WITA mencatat adanya peningkatan aktivitas kegempaan yang cukup signifikan.
Secara visual, gunung teramati jelas hingga tertutup kabut 0-II. Cuaca di sekitar kawasan gunung terpantau berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara berkisar antara 22 hingga 30 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban 64 sampai 80 persen. Sementara itu, asap kawah belum teramati dari puncak.
Namun, peningkatan aktivitas terekam melalui data seismik. Tercatat sebanyak 28 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 6 hingga 48 milimeter dan durasi 8 sampai 15 detik. Selain itu, terjadi dua kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 14 hingga 32 milimeter, nilai S-P 0,5 detik dan durasi 15 hingga 16 detik.
Tak hanya itu, empat kali gempa tektonik jauh juga tercatat dengan amplitudo 4 hingga 8 milimeter dan durasi mencapai 95 hingga 139 detik.
PVMBG menilai peningkatan aktivitas ini mengindikasikan adanya suplai magma yang bergerak menuju permukaan sehingga potensi erupsi perlu diwaspadai secara serius.
Seiring kenaikan status menjadi Level III (Siaga), PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Masyarakat, pengunjung maupun wisatawan dilarang keras mendekati dan melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak Gunung Awu. Zona tersebut kini ditetapkan sebagai kawasan berbahaya yang harus steril dari aktivitas manusia.
Warga di sekitar Gunung Awu juga diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi hoaks atau isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Seluruh langkah mitigasi dan keselamatan diminta mengacu pada arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Selain itu, masyarakat diimbau terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Awu melalui aplikasi MAGMA Indonesia maupun situs resmi MAGMA Indonesia guna memperoleh informasi terbaru secara real time.
(Hulik Manahede)










