SANGIHE, Expektasi.com – Pertandingan penuh gengsi dan drama tersaji dalam ajang Torsina Mini Cup 2026 saat Tanjungbio FC (Senior) berhadapan dengan Bahu FC (Junior) di Lapangan Coklat Pandan, Kampung Bowongkulu, Selasa (11/8/2026).
Laga tersebut menjadi salah satu pertandingan yang menyita perhatian. Bukan hanya karena ketatnya persaingan di lapangan, tetapi juga karena kedua tim memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat erat. Seluruh pemain dari kedua kesebelasan berasal dari satu kampung yang sama, yakni Kampung Bahu.
Meski saling berhadapan dan tampil ngotot sepanjang pertandingan, para pemain tetap mengedepankan sportivitas serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Pertandingan ini sekaligus menjadi bukti bahwa persaingan untuk meraih kemenangan tidak harus menghilangkan rasa kebersamaan.
Sejak awal laga, kedua tim tampil dengan tempo cepat. Jual beli serangan berlangsung sengit dan membuat pertandingan semakin menarik untuk disaksikan.
Memasuki babak kedua, drama gol terjadi secara beruntun. Bahu FC mampu membuka keunggulan melalui Rizwar (8). Rizwar kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk menggandakan keunggulan tim junior.
Tanjungbio FC kemudian memperkecil ketertinggalan melalui Riko (13). Namun, Bahu FC kembali menjauh lewat gol Afrizal (12) dan Hariadi (5).
Drama semakin memanas setelah Tanjungbio FC mendapatkan keuntungan dari gol bunuh diri Farhan (6). Tak berselang lama, Rizki (15) berhasil mencetak gol penyeimbang bagi Tanjungbio FC.
Hingga waktu normal berakhir, skor bertahan 3-3. Tanjungbio FC menunjukkan mental bertanding yang kuat setelah mampu mengejar ketertinggalan dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.
Dalam drama titik putih, tim senior akhirnya tampil lebih tenang dan berhasil memenangkan adu penalti dengan skor 4-3, sehingga secara keseluruhan Tanjungbio FC unggul 7-6 atas Bahu FC.
Wasit pertandingan, Steven Tempone, menilai laga tersebut berlangsung sangat menarik karena mempertemukan dua tim yang mayoritas pemainnya berasal dari kampung yang sama.
Menurutnya, tim junior sempat menunjukkan keunggulan melalui permainan cepat dan semangat khas pemain muda. Namun, pengalaman para pemain senior menjadi salah satu faktor penting yang membuat Tanjungbio FC mampu bangkit dan menyamakan kedudukan.
“Pertandingan ini sangat menarik karena mempertemukan pemain dari satu kampung. Tim junior punya kecepatan dan semangat jiwa muda, sementara tim senior mampu menunjukkan pengalaman dan mental bertanding,” ujar Steven.
Ia juga berharap para pemain muda Bahu FC dapat menjadikan pertandingan tersebut sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding pada laga-laga berikutnya.
Sementara itu, Pelatih Tanjungbio FC, Sahrudin Janis, menegaskan bahwa kemenangan tersebut tidak semata-mata menjadi milik tim senior. Baginya, siapa pun yang memenangkan pertandingan tetap membawa nama dan kebanggaan Kampung Bahu.
“Siapa pun yang menang bagi kami adalah keterwakilan dari Kampung Bahu untuk menuju ke putaran delapan besar,” ujar Sahrudin.
Ia menilai pertandingan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan antarpemain sekaligus menunjukkan bahwa semangat persaudaraan tetap menjadi yang utama.
Dengan kemenangan tersebut, Tanjungbio FC (Senior) berhak melaju ke babak delapan besar Torsina Mini Cup 2026. Di balik ketatnya persaingan, laga ini meninggalkan pesan bahwa kemenangan akan terasa lebih berarti ketika diraih tanpa mengorbankan persaudaraan.
(Hulik Manahede)












