Expektasi.com, Sangihe – Pemerintah Kampung Bahu, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun Anggaran 2026.
Dalam langkah yang dinilai efektif dan responsif, Pemerintah Kampung Bahu menyalurkan bantuan sekaligus untuk alokasi lima bulan, yakni Januari hingga Mei 2026. Kebijakan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah desa dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan menjaga stabilitas kebutuhan rumah tangga warga.
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima masing-masing penerima mencapai Rp1.500.000 untuk lima bulan penyaluran.
Pemerintah Kampung Bahu juga memastikan proses penetapan penerima dilakukan secara objektif dan tepat sasaran. Untuk Tahun Anggaran 2026, sebanyak 10 warga yang dinilai benar-benar membutuhkan ditetapkan sebagai penerima manfaat BLT-DD.
Pelaksana Harian (PLH) Sekretaris Kampung Bahu, Tahkima Salele, dalam sambutannya mengingatkan agar bantuan tersebut digunakan secara bijak dan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
“Bapak dan Ibu penerima manfaat, kami sangat berharap bantuan BLT ini digunakan secara bijak. Tolong dahulukan untuk membeli kebutuhan pokok yang mendasar, seperti beras, minyak goreng, dan kebutuhan dapur lainnya, agar manfaatnya benar-benar terasa bagi keluarga,” ujar Tahkima Salele, Rabu (20/05/2206).
Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik, proses penyaluran dilakukan secara terbuka dan diserahkan secara simbolis kepada sejumlah perwakilan penerima manfaat yang hadir, di antaranya Ibu Sarnawia Maniku, Bapak Rajap Mangendege, dan Ibu Mutmaina Puasa.
Tak hanya fokus pada bantuan sosial bagi masyarakat, Pemerintah Kampung Bahu juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyalurkan honorarium kepada tenaga pelayanan dasar di kampung. Honor diberikan kepada enam tenaga pendidik PAUD dan TK serta delapan kader Posyandu sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam melayani masyarakat.
Langkah ini menunjukkan bahwa perhatian pemerintah kampung tidak hanya tertuju pada penguatan ekonomi warga, tetapi juga pada sektor pendidikan dan kesehatan yang menjadi fondasi pembangunan desa.
Melalui penyaluran BLT-DD dan pembayaran honorarium tersebut, Pemerintah Kampung Bahu berharap Dana Desa dapat menjadi stimulus ekonomi yang mampu meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat kampung.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar. Kondisi ini mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah kampung dan masyarakat dalam membangun Kampung Bahu yang lebih sejahtera dan berdaya.
(Hulik Manahede)











