Expektasi.com, Sangihe – Menjelang peringatan Hari Pers Sedunia, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar pertemuan akrab bersama insan pers di Rumah Jabatan Bupati, Jumat (01/05/2026) malam.
Dalam suasana santai namun penuh makna, Bupati Michael Thungari, SE.,MM menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi serta pentingnya peran media dalam mengawal jalannya pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa kritik merupakan bagian penting dari demokrasi, selama disampaikan secara objektif dan berbasis fakta.
“Pemerintah siap dikritik, sepanjang kritik itu membangun dan tidak mengandung fitnah,” tegasnya di hadapan para jurnalis.
Bupati didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari, Kepala Dinas Kominfo Ronald Lumiu, serta Kabag Prokopim Veronika Budiman. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog dua arah antara pemerintah dan media, membahas sejumlah isu strategis yang berkembang di daerah.
Beberapa topik yang mencuat dalam diskusi di antaranya peningkatan kesejahteraan wartawan, optimalisasi sektor pariwisata, nasib pelintas batas yang bergantung pada perdagangan hasil perikanan, hingga peluang ekspor komoditas rokok di wilayah perbatasan.
Meski dihadapkan pada berbagai pertanyaan kritis, Bupati Michael dinilai mampu merespons secara tenang, lugas, dan terbuka. Sikap tersebut mencerminkan kematangan kepemimpinan yang mulai teruji dalam menghadapi dinamika publik.
Sebagai langkah konkret untuk memperkuat sinergi, pemerintah daerah berencana melakukan pendataan serta pemetaan wartawan berdasarkan bidang peliputan, seperti pemerintahan, ekonomi, sosial, hingga pelayanan publik. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem penyampaian informasi yang lebih efektif, tertib, dan profesional.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini menjadi simbol kuatnya hubungan kemitraan antara pemerintah dan media di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Bagi para jurnalis yang hadir, sikap terbuka pimpinan daerah menjadi sinyal positif bagi kebebasan pers serta penguatan iklim demokrasi, khususnya di wilayah perbatasan.
Acara tersebut dihadiri oleh puluhan jurnalis dari berbagai media, yang turut memberikan apresiasi atas ruang dialog yang dibangun secara terbuka dan konstruktif.
(Hulik Manahede)










