Expektasi.com, Boltara – Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Moh. Aditya Pontoh, S.IP, membuka secara resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah Tahun 2025, yang digelar di Aula Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Boltara, Selasa (12/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Tenaga Ahli Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan, Dr. Valentino Lumowa, S.S., M.A dan Johanes Aldrin Timbuleng, S.IP., M.Pub.Admin., serta sejumlah kepala perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD).
Dalam sambutan Bupati Boltara yang dibacakan oleh Wakil Bupati, disampaikan bahwa pelaksanaan FGD ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam mengimplementasikan Peraturan Bupati Boltara Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penanggulangan Kemiskinan Daerah.
“Kegiatan Focus Group Discussion ini menjadi langkah konkret kita semua dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan di daerah. Berdasarkan data BPS tahun 2024, angka kemiskinan Kabupaten Boltara berada pada angka 7,88 persen atau sekitar 6.600 jiwa dari total 88.002 penduduk. Oleh karena itu, upaya penghapusan kemiskinan tidak hanya sekadar wacana, tetapi membutuhkan percepatan, inovasi, dan peran aktif seluruh pihak secara terintegrasi,” ujar Wabup.
Lebih lanjut, MAP sapaan akrab Wabup menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi persoalan kemiskinan yang bersifat multidimensi.
“Penanganan kemiskinan harus dilakukan secara komprehensif. Dengan adanya forum ini, saya optimis kita dapat mengintervensi program penanggulangan kemiskinan secara lebih tepat, terukur, dan berkesinambungan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Boltara dan Universitas Katolik De La Salle Manado tentang penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kelembagaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Bapelitbangda, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boltara, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Boltara, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan peserta FGD lainnya.










