Expektasi.com, Boltara – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) menggelar kegiatan Jaksa Sahabat Sekolah, Semangat Anak Hebat Anti Bullying Anti Tindak Kekerasan (Sahabat) dengan tema “Bersama cegah kekerasan terhadap anak, wujudkan generasi tangguh dan berkarakter”. Kegiatan tersebut dipusatkan di SMP Negeri 1 Kaidipang, Kamis (28/08/2025).
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Boltara, Agus Tri Hartono, SH., MH, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Boltara yang hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap program ini.
“Kegiatan Jaksa Sahabat Sekolah adalah salah satu tanggung jawab kami. Kehadiran kejaksaan di sekolah ingin memastikan penegakan hukum benar-benar menjamin hak-hak anak. Kami berupaya memberikan pemahaman agar pelajar memiliki kesadaran hukum, khususnya terkait pencegahan kekerasan terhadap anak,” ujarnya.
Kajari menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak bisa terjadi kapan saja, baik di sekolah maupun di lingkungan pertemanan. Untuk itu, para pelajar diminta menjadi “Duta Pelajar Adhyaksa” yang akan dibekali pemahaman hukum dan selanjutnya menularkan pengetahuan tersebut kepada rekan-rekan di sekolah masing-masing.
Ia juga mengingatkan bahwa korban kekerasan terhadap anak menghadapi dampak serius, mulai dari psikis hingga masa depan yang terancam. Tanda-tanda perubahan perilaku seperti menjadi pendiam atau minder bisa menjadi indikasi adanya korban kekerasan.
“Adik-adiklah yang akan menjadi orang pertama mengetahui dan memfasilitasi korban agar segera mendapat penanganan. Untuk mendukung itu, kami akan meluncurkan grup WhatsApp yang melibatkan pelajar, guru, dan saya langsung. Adik-adik bisa melaporkan atau berdiskusi terkait kasus kekerasan terhadap anak secara cepat,” jelas Kajari.
Agus Tri Hartono juga menyoroti tren kasus yang meningkat. Jika sebelumnya angka kasus berada di 25 persen, pada tahun 2025 hingga bulan Agustus tercatat hampir menyentuh 50 persen. “Hal ini menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih serius memutus rantai kekerasan terhadap anak,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev, mengapresiasi inisiasi Pemerintah Daerah dan Kejari Boltara melalui kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Boltara masih cukup tinggi, padahal daerah ini telah ditetapkan sebagai kabupaten layak anak.
“Kegiatan ini sangat penting agar para pelajar terhindar dari kekerasan. Lebih dari itu, mereka juga bisa menjadi garda terdepan pencegahan di lingkungan sekolah. Terutama dengan adanya grup WhatsApp yang diluncurkan, saya berharap anak-anak tidak segan melapor,” kata SJL sapaan akrab Bupati.
SJL menambahkan, pemerintah daerah bersama Kejari Boltara akan terus berkoordinasi dalam berbagai agenda pembangunan, mulai dari penanganan kemiskinan, stunting, hingga program prioritas lainnya.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kejari Boltara yang selalu mendampingi pemda dalam upaya perbaikan pembangunan dan pelayanan masyarakat. Semoga sinergi ini terus berlanjut untuk kebaikan generasi Boltara,” tutupnya.










