Expektasi.com, Manado — Kepala Sub Bagian Tata Usaha Rumah Sakit Pratama Bintauna, Meigy Eva Tone, SKM, menyampaikan saran strategis terkait kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit. Ia mengusulkan agar ke depan RS Pratama Bintauna dapat dilengkapi dengan tenaga teknis non-kesehatan, seperti tenaga ekonomi, hukum, dan bidang lainnya, guna mendukung pelaksanaan kinerja administrasi yang lebih optimal.
Hal ini disampaikan Meigy saat sesi penutupan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Peta Proses Bisnis Perangkat Daerah, yang berlangsung pada 2 hingga 4 Juli 2025 di Meeting Room Aston Manado.
Menurut Meigy, hingga saat ini masih banyak tenaga kesehatan (Nakes) di RS Pratama Bintauna yang merangkap tugas administratif seperti bendahara, pengurus barang, bahkan perencana kegiatan. Hal ini terjadi karena keterbatasan jumlah tenaga teknis non-Nakes yang tersedia.
“Kami berharap ke depan bisa ada pengisian untuk tenaga teknis seperti bidang ekonomi, hukum, dan lainnya. Ini penting agar tenaga kesehatan bisa fokus pada tugas utamanya dalam pelayanan kesehatan, tanpa terbebani oleh tugas-tugas administrasi tambahan,” ujar Meigy dalam forum tersebut, Jumat (04/07/2025).
Pernyataan tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev., yang turut hadir dan mendengarkan masukan tersebut.
Upaya perbaikan tata kelola rumah sakit melalui pemetaan proses bisnis ini diharapkan dapat mendorong efektivitas, efisiensi, dan profesionalisme pelayanan kesehatan di daerah, khususnya di RS Pratama Bintauna.










