Puasa Sering Ngantukan? Kata Neurosains, Justru Tingkatkan Fungsi Otak

Selasa, 4 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sering Ngantuk saat Puasa

Ilustrasi Sering Ngantuk saat Puasa

Expektasi.com, Bolmut – Ibadah puasa selama Ramadan punya manfaat bagi sel-sel otak manusia. Selain melatih ketahanan mental, sebulan penuh menahan larpar juga bisa memperbaiki fungsi kognitif.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, dalam Kultum Harian Ramadan (KURMA) di Masjid As-Salam Kantor BPOM, Jakarta (3/3/2025). Pendapat tersebut disampaikannya, merujuk pada QS. Al-Baqarah: 183 yang menyebut kewajiban bagi orang-orang yang beriman untuk menunaikan ibadah puasa agar menjadi insan yang bertakwa.

Ikrar yang juga seorang ilmuwan neurosains berpendapat, ayat tersebut merupakan panggilan untuk berpuasa dan menunjukkan tujuan lain berpuasa. Bukan sekadar ibadah, tapi juga sarana untuk meningkatkan kualitas diri secara spiritual, mental, dan fisik.

Dari sisi psikologis, puasa merupakan latihan psikis yang membentuk kepribadian lebih baik serta disiplin yang lebih kuat. Puasa juga menjauhkan seseorang dari perbuatan yang bisa mencederai nilai ibadahnya.

Sementara itu, dari sisi neurosains puasa dinilainya punya manfaat besar bagi kesehatan saraf otak melalui tiga cara. Pertama, melalui neurosinaptik yakni ketika otak terlibat pembelajaran baru.

“Jika sebulan penuh berpuasa, struktur otak kita diarahkan untuk berlatih berpikiran positif, maka ini akan terbentuk, yang dulunya suka marah jadi sabar, itu baru sinaptik,” jelas Ikrar dalam siaran pers, Selasa (4/3/2025).

Kedua, melalui neurogenesis yakni regenerasi sel-sel saraf untuk menggantikan sel-sel yang mati di otak. Proses otofagi, lahirnya sel-sel baru dan regenerasi sel yang lebih muda, terjadi saat puasa.

“Maka otak kita lebih fresh dan lebih mudah ingat,” terangnya.

Ketiga, melalui neurokompensasi. Ketika plastisitas otak menurun karena termakan usia, proses pembiasaan saat puasa membuat kinerja otak makin terlatih menjadi lebih baik.

Dalam ceramahnya, Ikrar mengajak jemaah untuk menjalankan puasa sebagai perintah Allah. Pesannya, “Berpuasalah untuk menjadi lebih sehat, lebih bagus, dan lebih terhormat.”

“Tapi ending-nya, niat kita melakukan puasa Ramadan dalam persepsi kesehatan dan dalam persepsi neurosains memiliki manfaat yang sangat besar untuk terbentuknya pribadi-pribadi yang mulia, cerdas, dan bertaqwa, seperti tercantum dalam Al-Quran,” tandasnya.

sumber: detikhealth

Berita Terkait

Jelang Bulan Suci Ramadhan, Harga Bapok di Pasar Rakyat Boroko Relatif Stabil
Bupati Boltara Lantik Ogon Masuara sebagai Pj. Sangadi Desa Wakat
Bupati Boltara Lantik Pengurus Al Khairat Sangkub 2025–2030
HUT ke-1 Arch Coffee, Satukan Pecinta Catur Boltara di Pantai Batu Pinagut
Bupati Boltara Launching Program Makan Bergizi Gratis di SDN 4 Sangkub
Satpol PP Boltara Intensifkan Patroli dan Himbauan di Pantai Batu Pinagut
SJL-MAP Ikuti Apel Pagi ASN di Batu Pinagut, Dilanjutkan Senam dan Aksi Bersih Pantai
Bupati Boltara Pimpin Rakor Program Kegiatan Pemerintah Desa Tahun 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:19 WITA

Jelang Bulan Suci Ramadhan, Harga Bapok di Pasar Rakyat Boroko Relatif Stabil

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:14 WITA

Bupati Boltara Lantik Ogon Masuara sebagai Pj. Sangadi Desa Wakat

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:21 WITA

Bupati Boltara Lantik Pengurus Al Khairat Sangkub 2025–2030

Senin, 26 Januari 2026 - 13:41 WITA

HUT ke-1 Arch Coffee, Satukan Pecinta Catur Boltara di Pantai Batu Pinagut

Senin, 26 Januari 2026 - 13:04 WITA

Bupati Boltara Launching Program Makan Bergizi Gratis di SDN 4 Sangkub

Berita Terbaru