SPX Klarifikasi Hilangnya Paket Konsumen Kampung Bahu, Akui Kelalaian Kurir

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor SPX Tahuna

Kantor SPX Tahuna

Expektasi.com, Sangihe – Menanggapi informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan hilangnya paket milik konsumen berinisial H.M yang beralamat di Kampung Bahu, pihak SPX (Shopee Express) melalui Koordinator Wilayah, Subi Pampang, memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan persepsi publik.

Subi Pampang menjelaskan bahwa paket yang dimaksud sebenarnya tidak hilang, melainkan telah melewati batas waktu operasional pengantaran atau masa penyimpanan sehingga secara sistem terbaca sebagai paket hilang.

“Perlu kami luruskan bahwa paket tersebut tidak hilang. Namun karena masa pengantaran paket sudah habis, sistem secara otomatis membacanya sebagai ‘paket hilang’. Akibatnya paket tidak dapat diteruskan ke penerima dan sesuai prosedur harus dikembalikan ke pihak Shopee,” ujar Subi kepada awak media, Senin (09/03/2026).

Meski demikian, pihak SPX mengakui adanya kekeliruan dalam proses pengantaran di lapangan. Subi menyampaikan bahwa terdapat unsur kelalaian dari oknum kurir yang bertugas saat itu.

Menurutnya, kurir tidak melakukan upaya komunikasi atau konfirmasi kepada H.M sebagai penerima paket ketika paket tersebut masih berada dalam masa pengantaran. Kurangnya komunikasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu kesalahpahaman hingga menimbulkan polemik di media sosial.

“Atas kelalaian tersebut, manajemen SPX telah memberikan sanksi dan melakukan penindakan tegas terhadap kurir yang bersangkutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak SPX menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja tim lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Bahkan, manajemen tidak akan ragu mengambil tindakan yang lebih tegas apabila ditemukan pelanggaran prosedur di kemudian hari.

“Kami sudah menindak kurir yang bertugas. Jika di kemudian hari terjadi lagi kelalaian komunikasi seperti ini, kami tidak akan segan mengambil tindakan pemberhentian atau PHK terhadap kurir yang bersangkutan,” tegas Subi.

Sebagai solusi atas persoalan tersebut, Subi juga menyarankan kepada konsumen H.M untuk melakukan proses pemesanan kembali terhadap barang yang dimaksud melalui aplikasi.

Melalui klarifikasi ini, pihak SPX berharap masyarakat, khususnya di wilayah Kampung Bahu, dapat memahami kondisi teknis yang terjadi serta memastikan bahwa setiap keluhan konsumen akan ditindaklanjuti secara serius demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

(Redaksi)

Berita Terkait

Maulid Nabi di Masjid Imaduddin, Jais Salele Ajak Warga Rawat Kerukunan
Sertijab Kapitalaung Kampung Bahu Berjalan Khidmat, Pj. Baru Siap Emban Amanah Masyarakat
Nafiri Cup 2026: Tanjung Bio FC dan Malamenggu FC Sama Kuat
Kepedulian Nyata Jais Salele untuk Warga Korban Kebakaran Malueng
Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Kampung Malueng Sangihe
Sah! Pemkab dan DPRD Sangihe Sepakati KUA-PPAS Perubahan APBD 2026
Terkesan Tak Sopan, Pers Demo Kepala Kantor Bea Cukai Tahuna, Berujung Permintaan Maaf
Kejurprov Bola Voli U-19 Se-Sulut Resmi Dibuka di GOR Manente Sangihe
Berita ini 327 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:07 WITA

Sertijab Kapitalaung Kampung Bahu Berjalan Khidmat, Pj. Baru Siap Emban Amanah Masyarakat

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:49 WITA

Nafiri Cup 2026: Tanjung Bio FC dan Malamenggu FC Sama Kuat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:35 WITA

Kepedulian Nyata Jais Salele untuk Warga Korban Kebakaran Malueng

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:59 WITA

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Kampung Malueng Sangihe

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:12 WITA

Sah! Pemkab dan DPRD Sangihe Sepakati KUA-PPAS Perubahan APBD 2026

Berita Terbaru

kandang ternak babi BUMDes Mome Kecamatan Bintauna (Foto Ridwan InfoTotabuan)

Boltara

Dana Desa Rp130 Juta, Ternak Babi Bumdes Mome Tuai Sorotan

Minggu, 30 Agu 2026 - 20:06 WITA