Expektasi.com, Boltara – Pembangunan daerah tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan anggaran. Pesan penuh semangat itu disampaikan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev, saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026, yang digelar di ruang rapat DPRD Boltara, Jumat (10/10/2025).
Dalam suasana rapat yang berlangsung hangat dan penuh makna, Bupati SJL sapaan akrabnya menegaskan bahwa membangun Kabupaten Boltara tidak boleh hanya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) semata, apa lagi ditengah kondisi tantangan fiskal saat ini, melainkan perlu memperkuat sinergitas dan kolaborasi lintas level pemerintahan, baik dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara maupun Pemerintah Pusat.
“Kita tidak boleh terpaku pada APBD. Ada banyak program strategis yang melekat di kementerian, dan itu harus kita jemput. Semua ini bisa kita wujudkan jika kita saling mendukung, membuka ruang, dan memberi kesempatan untuk melakukan hal-hal baik demi kesejahteraan masyarakat Boltara,” ujar Bupati SJL dengan nada optimistis.
SJL menekankan pentingnya inovasi, ketekunan, dan semangat kolaboratif dalam menghadapi dinamika pembangunan. Ia menyebut bahwa pemerintah daerah harus lebih aktif menjemput bola dan berani berkompetisi secara positif dalam mengakses program nasional yang tersedia di berbagai kementerian.
“Dengan tekad dan kerja keras, kita mampu membuktikan bahwa daerah kecil pun bisa tumbuh besar jika mau berinovasi dan bersinergi,” tambahnya.
Optimisme itu bukan sekadar retorika. Di tengah keterbatasan fiskal APBD Tahun 2025, Bupati SJL mengungkapkan sejumlah capaian konkret yang berhasil dikoneksikan melalui dukungan APBN dan kementerian terkait.
Beberapa di antaranya:
– Peningkatan jalan perkebunan dengan nilai proyek sebesar Rp30 miliar, yang akan mulai dikerjakan pada akhir Oktober 2025.
– Pembangunan Rumah Sakit Tipe C lengkap dengan alat kesehatan (alkes) dengan total anggaran mencapai Rp210 miliar.
“Ini adalah bukti bahwa dengan sinergi dan kerja sama lintas sektor, kita bisa membawa manfaat nyata bagi masyarakat Boltara. Dan masih ada beberapa program strategis lain yang sedang kita dorong agar bisa terealisasi dalam waktu dekat,” tutur Bupati.
Rapat Paripurna KUA–PPAS 2026 ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan arah pembangunan daerah yang berbasis kolaborasi, efisiensi, dan keberlanjutan.
Bupati SJL menutup sambutannya dengan pesan inspiratif, mengajak seluruh elemen masyarakat, DPRD, ASN, hingga pelaku usaha untuk tetap yakin dan optimis menghadapi masa depan.
“Mari kita hadapi semua tantangan dengan inovasi dan ketekunan. Kita jadikan keterbatasan sebagai energi untuk berkreasi. Bersama, kita bisa wujudkan Boltara yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkas SJL.










