Expektasi.com, Sangihe – Pemerintah Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe terus memperkuat komitmen dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan kesejahteraan keluarga melalui sinergi lintas sektor. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi dan Penyelarasan Program Kerja Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta Bunda PAUD Tahun Anggaran 2026, yang digelar di Aula Kantor Camat Tabukan Utara, Kamis (22/01/2026).
Rakor ini dibuka secara resmi oleh Camat Tabukan Utara, Marwan Nikiulu, S.Sos., M.S.I, selaku Ketua Pembina PKK Kecamatan Tabukan Utara. Dalam sambutannya, Marwan menegaskan bahwa PKK dan Bunda PAUD merupakan mitra strategis pemerintah karena bersentuhan langsung dengan unit terkecil masyarakat, yakni keluarga.
“Rapat koordinasi ini memiliki makna yang sangat strategis. Diperlukan perencanaan program yang selaras, terpadu, dan berkelanjutan antara tingkat kecamatan dan kampung, agar manfaatnya benar-benar dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” ujar Marwan.
Dalam Rakor tersebut, disepakati sejumlah fokus program prioritas yang akan menjadi arah kebijakan dan pelaksanaan kegiatan PKK serta Bunda PAUD di tahun 2026, yakni:
1. Penanganan Stunting, dengan menjadikan isu stunting sebagai prioritas utama melalui kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat kampung.
2. Ketahanan dan Ekonomi Keluarga, melalui penguatan program pemberdayaan perempuan dan keluarga.
3. Layanan PAUD Berkualitas, dengan memastikan pendidikan anak usia dini tersedia secara inklusif dan merata hingga wilayah terjauh.
4. Kesehatan dan Lingkungan, melalui peningkatan pembinaan kesehatan masyarakat serta pelestarian lingkungan hidup.
Rapat koordinasi teknis dipimpin oleh Ketua PKK Kecamatan Tabukan Utara, Ny. Gr. Dahlia Nikiulu Soleman, M.Pd. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa implementasi 10 Program Pokok PKK Tahun 2026 akan difokuskan pada program yang sederhana, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Program kerja kita tidak perlu muluk-muluk, yang terpenting adalah dampak nyata. Fokus utama tetap pada peningkatan kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, pemberdayaan keluarga serta peningkatan kualitas layanan PAUD,” jelas Ny. Dahlia.
Selain sektor kesehatan dan keluarga, Rakor ini juga menegaskan penguatan peran Bunda PAUD di tingkat kampung. Bunda PAUD diharapkan menjadi motor penggerak dalam:
-Advokasi anggaran, khususnya mendorong pengalokasian dana desa/kampung untuk kesejahteraan tenaga pendidik PAUD.
-Dukungan fasilitas pendidikan, termasuk penyediaan media dan sarana belajar yang layak.
-Sosialisasi gizi keluarga, dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya makanan bergizi berbasis potensi pangan lokal.
(Hulik Manahede)











