SANGIHE, Expektasi.com – Peristiwa kebakaran melanda Rumah Makan (RM) Wong Deso di Kampung Petta Induk, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 13.05 WITA. Kobaran api yang diduga berasal dari area dapur menghanguskan sejumlah peralatan dan menyebabkan seorang karyawan mengalami luka bakar serius.
Musibah tersebut menghanguskan tiga unit lemari es, satu unit freezer, tiga tabung gas ukuran 5 kilogram, satu unit kompresor, serta seluruh area dapur rumah makan tanpa tersisa. Selain kerugian material, insiden ini juga mengakibatkan seorang karyawan bernama Supardi Mandak mengalami luka bakar di hampir seluruh tubuhnya.
Korban sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Enemawira sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Liun Kendage Tahuna untuk menjalani perawatan intensif.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh Ustadz Arham Padarat, warga Kampung Petta Timur, yang saat itu sedang berada di depan rumahnya.
“Jadi pas waktu itu sementara online di depan rumah, tiba-tiba langsung dapa lia itu kobaran api langsung membesar, dan ada dapa dengar orang teriak di dalam. Pas api so semakin membesar, langsung panik, langsung panggil orang-orang, bataria kebakaran, kebakaran, kebakaran, setelah itu orang-orang berbondong-bondong untuk memadamkan api,” tutur Arham.
Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar langsung berdatangan ke lokasi dan bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Berkat kesigapan masyarakat, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Kapolsek Tabukan Utara, Iptu David Kojongian, S.H., yang turun langsung ke lokasi menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari api kompor. Namun demikian, pihaknya menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
“Untuk sementara masih dugaan awal. Kami masih menunggu hasil investigasi dari Tim Identifikasi dan Investigasi Polres Kepulauan Sangihe yang akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ario Areba, mengatakan pihaknya segera mengerahkan personel dan armada setelah menerima laporan kejadian.
“Tim telah berupaya bergerak cepat turun ke lokasi meskipun terlambat disebabkan jarak yang cukup jauh dari Tahuna ke Petta, dengan medan jalan menanjak, membawa armada berisi 4.000 liter air,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di area dapur yang menggunakan peralatan memasak berbahan bakar gas. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian yang ditimbulkan.
(Hulik Manahede)












