Peringati Hari Kebebasan Pers Sedunia, Muliadi Paputungan: Pers Adalah Penjaga Demokrasi dan Hak Publik

Sabtu, 3 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Sulut dari Fraksi PKB, Muliadi Paputungan

Anggota DPRD Sulut dari Fraksi PKB, Muliadi Paputungan

Expektasi.com, Manado – Setiap tanggal 3 Mei, dunia memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) sebagai bentuk penghormatan terhadap prinsip-prinsip dasar kebebasan pers. Hari penting ini ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 1993 untuk mengapresiasi peran jurnalis, mengingatkan pemerintah atas kewajibannya dalam menjamin kebebasan berekspresi, serta mengenang para jurnalis yang gugur dalam tugas.

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muliadi Paputungan, turut menyuarakan pentingnya momen ini. Ia juga merupakan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Utara periode 2025–2029, menggantikan Yusra Alhabsyi.

“Pers bukan hanya penyampai informasi, tapi juga penjaga demokrasi, pengawas kekuasaan, dan pelindung hak publik untuk tahu. Di era digital seperti sekarang, pers menjadi pilar utama dalam menjaga agar informasi yang beredar tidak menyesatkan publik,” ujar Muliadi, Sabtu (03/05/2025).

Ia menegaskan, tantangan kebebasan pers saat ini semakin kompleks, mulai dari disinformasi, sensor, hingga kekerasan terhadap jurnalis. Menurutnya, kebebasan pers adalah ukuran sehatnya sebuah demokrasi.

“Jurnalis yang bekerja secara independen dan profesional adalah benteng terakhir dalam menangkal hoaks, menyoroti penyalahgunaan kekuasaan, serta menyuarakan kelompok rentan yang kerap terpinggirkan dalam wacana publik,” tegasnya.

Muliadi juga mengingatkan bahwa tanpa kebebasan pers, praktik korupsi dan pelanggaran HAM akan sulit terungkap. “Jika pers dibungkam, maka kebebasan berekspresi dan hak rakyat untuk mengetahui informasi juga ikut terancam,” tambahnya.

Ia pun mengajak semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah, untuk melindungi dan mendukung kerja-kerja jurnalistik yang bermutu dan bertanggung jawab.

“Pers yang kuat dan merdeka adalah prasyarat bagi negara yang adil dan demokratis. Ini bukan hanya tugas wartawan, tapi juga tanggung jawab kita semua,” tutup Muliadi.

Berita Terkait

Prof Ronald Mawuntu: OTT Bukan Vonis, Nasib Hukum SJL Ditentukan Pembuktian
MAP Jadi Plt Bupati, Pelayanan Boltara Tetap Berjalan
Hadiri Rakorda, Gubernur Sulut Beri Hadiah Pompa Air kepada Bupati Boltara
Srikandi Jaga Desa Dikukuhkan, Bupati Boltara Tekankan Peran Strategis Perempuan
Bupati Boltara Hadiri North Sulawesi Investment Forum 2026 di Manado
Hadiri Kawin Massal Provinsi Sulut, Bupati Sangihe Terima Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik
Seminar Aktualisasi Latsar CPNS Boltara Angkatan XII Digelar
Day 2 Latsar CPNS Boltara, Gubernur Sulut Kunjungi BPSDM
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:41 WITA

Prof Ronald Mawuntu: OTT Bukan Vonis, Nasib Hukum SJL Ditentukan Pembuktian

Rabu, 23 September 2026 - 13:01 WITA

MAP Jadi Plt Bupati, Pelayanan Boltara Tetap Berjalan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:16 WITA

Hadiri Rakorda, Gubernur Sulut Beri Hadiah Pompa Air kepada Bupati Boltara

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:31 WITA

Srikandi Jaga Desa Dikukuhkan, Bupati Boltara Tekankan Peran Strategis Perempuan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:07 WITA

Bupati Boltara Hadiri North Sulawesi Investment Forum 2026 di Manado

Berita Terbaru

Plt. Bupati Boltara Mohammad Aditya Pontoh bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026

Boltara

Plt Bupati MAP Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:52 WITA