Expektasi.com, Manado – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Drs. Steven O.E Kandouw membuka secara resmi kegiatan penilaian kinerja 8 aksi konvergensi stunting tahun 2024 di The Sentra Hotel Manado, Selasa (28/5/2024).
Wagub mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan yakni mengetahui aspek kinerja apa saja yang sudah baik dan yang masih perlu ditingkatkan, serta upaya pencegahan Stunting membutuhkan keterpaduan intervensi dari seluruh sektor terkait secara spesifik.
“Melakukan pembinaan, pengawasan dan evaluasi kinerja percepatan penurunan stunting. Mengetahui hal inspiratif, replikatif dan inovatif dalam pelaksanaan konvergensi penurunan stunting dan memfasilitasi sharing pembelajaran yang dapat dimanfaatkan kabupaten/kota,” kata Wagub.
Dirinya juga menyampaikan langkah strategis nasional dan daerah dalam upaya penurunan stunting, sebagaimana komitmen pemerintah daerah, dalam kepemimpinan ODSK berusaha dan berupaya terus menerus melalui RPJMD berkomitmen untuk mendukung pencapaian target prevelensi Stunting sebesar 14 persen tahun 2024.
Kemudian dipertegas dengan edaran Mendagri ke gubernur dan bupati/wali kota, pada tanggal 13 Mei 2024, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota agar mendukung pelaksanaan kegiatan 10 pasti intervensi serentak pencegahan stunting dengan memastikan pendataan seluruh catin, ibu hamil, dan balita yang ada di wilayah kerjanya untuk menjadi sasaran.
- Memastikan seluruh calon pengantin (catin) mendapatkan pendampingan.
- Memastikan kehadiran ibu hamil serta balita datang ke pos pelayanan terpadu (Posyandu).
- Memastikan ketersediaan alat antropometri terstandar di seluruh Posyandu.
- Memastikan seluruh kader memiliki keterampilan dalam pengukuran antropometri terstandar serta penyuluhan untuk ibu hamil dan balita.
- Memastikan pengukuran menggunakan alat antropometri terstandar.
- Memastikan intervensi pada ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi.
- Memastikan seluruh ibu hamil dan balita diberikan edukasi di Posyandu
- Memastikan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran serta intervensi ke dalam sistem informasi e-PPGBM di hari yang sama,
- Memastikan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan intervensi serentak.
- Memastikan ketersediaan pembiayaan pelaksanaan intervensi serentak termasuk rujukan kasus ke fasilitas layanan kesehatan.
Penjabat (Pj) Bupati Bolmut Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev menyebut, penurunan angka stunting harus dilakukan dengan memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Dan diperlukan komitmen yang kuat dari Pemkab Bolmut untuk memastikan program penurunan stunting dapat direncanakan dan dianggarkan,” sebut Pj Bupati.
Saat ini Pemkab Bolmut sedang gencar membuat inovasi sebagai dasar untuk menurunkan angka stunting.“Saya berharap untuk totalitas dalam upaya menurunkan angka stunting yang ada di Kabupaten Bolmut,” harap Pj Bupati.
Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Bolmut Yani Lasama, SKM menambahkan, tujuan pelaksanaan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting yaitu mendeteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran dan melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran ke Posyandu.
“Indikator Survei Kesehatan Indonesia (SKI) banyak yang dinilai termasuk faktor-faktor resiko sampai alat ukur yang digunakan. Jadi nantinya akan ada aksi serentak cegah stunting by name by address yang ada dalam SKI. Diperlukan kerjasama dengan Dinkes untuk melakukan intervensi dimana permasalahan yang terjadi,” tambahnya.
Pada bulan Juni mendatang, akan ada aksi serentak secara nasional untuk cegah stunting termasuk yang masuk di SKI. “Dengan sasaran balita, calon pengantin, ibu hamil dan juga faktor resiko lainnya,”ucap Lasama.










