Expektasi.com, Bolmut – Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dan Badan Gizi Nasional tengah membahas secara serius pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2025. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi bagi kelompok rentan, seperti siswa, ibu hamil, bayi, dan balita.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Mohammad Aditya Pontoh, S.IP, usai mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi APBD 2025 yang digelar oleh Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri melalui video live YouTube.
“Dalam rapat tersebut, salah satu yang dibahas adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dijalankan mulai tahun 2025. Saat ini lokasi penerapannya masih sementara dicari, dan salah satu titik rencananya akan mencakup hingga 3.000 penerima manfaat, terdiri dari siswa, ibu hamil, bayi, dan balita,” ungkap MAP sapaan akrab Wabup, Kamis (08/05/2025).
Program ini ditargetkan menyasar 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dengan total anggaran mencapai Rp400 triliun, yang sepenuhnya bersumber dari pemerintah pusat dan tidak menggunakan dana APBD. Penyaluran anggaran akan dilakukan secara triwulanan.
Salah satu poin penting dalam pelaksanaan program ini adalah pemanfaatan bahan pangan lokal serta tenaga kerja lokal. “Bukan hanya meningkatkan gizi, tapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat, terutama ibu-ibu yang dilibatkan dalam proses memasak. Nantinya akan ada sistem honorarium atau gaji sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat,” jelas MAP.
Program makan gratis ini dinilai sebagai strategi nasional yang tidak hanya menyasar aspek kesehatan dan gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan masyarakat.
“Rapat koordinasi ini juga menjadi momentum penting bagi seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, mengidentifikasi tantangan, dan mempercepat pelaksanaan program-program pembangunan daerah dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2025,” pungkasnya.












