Hati-Hati! Ini Penyebab Saraf Kejepit dan Cara Mengobatinya

Jumat, 12 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi saraf kejepit

Foto ilustrasi saraf kejepit

Expektasi.com, Kesehatan – Saraf kejepit merupakan suatu penyakit yang tak boleh dianggap remeh. Sebab, penyakit ini dapat berisiko besar, seperti mati rasa hingga kelumpuhan. Penderita saraf kejepit sering merasakan sakit di sejumlah bagian tubuh. Namun sayang, gejala tersebut kadang dianggap sebagai nyeri pinggang biasa.

Lantas, seperti apa gejala yang muncul ketika saraf kejepit? Lalu bagaimana cara mengobatinya? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel ini.

Apa Itu Saraf Kejepit?

Saraf kejepit atau saraf terjepit merupakan sebutan untuk penyakit hernia nukleus pulposus (HNP) atau disebut juga radikulopati. Penyakit ini dapat terjadi karena bantalan ruas tulang belakang mengalami pergeseran, sehingga menekan saraf tulang belakang.

Dilansir Mayo Clinic, saraf kejepit dapat terjadi pada seluruh ruas tulang belakang, mulai dari tulang leher, dada, hingga tulang pinggang yang meliputi cervical, thorakal, serta lumbal.

Sekitar 90 persen kasus saraf kejepit terjadi di area punggung bawah atau pinggang yang disebut radikulopati lumbalis. Sementara itu, saraf terjepit di area punggung atas sampai leher hanya terjadi sekitar 8 persen. Sedangkan sisanya berada di area seperti dada.

Gejala Umum Saraf Kejepit

Adapun sejumlah gejala saraf kejepit yang umum dialami banyak orang, yaitu:

  • Muncul rasa nyeri yang tajam seperti terbakar
  • Kesemutan
  • Otot terasa lemah
  • Sulit menggerakkan kaki dan tangan
  • Mati rasa pada area yang terdapat titik saraf.

Gejala Saraf Kejepit di Leher

Apabila kamu mengalami saraf kejepit di leher, sejumlah gejala yang dapat dirasakan seperti nyeri saat menggerakan leher, nyeri dan kesemutan di sekitar tulang belikat, nyeri yang menjalar ke bahu, lengan atas, lengan bawah, serta jari-jari.

Dalam beberapa kasus, gejala yang muncul juga disertai batuk, bersin, atau mengejan. Jika kondisinya sudah parah, saraf kejepit bisa melumpuhkan anggota tubuh dengan gejala awal otot melemah.

Gejala Saraf Kejepit di Pinggang

Jika mengalami saraf kejepit di punggung bawah atau pinggang, beberapa gejala yang dialami seperti nyeri di area pinggang, pantat, dan menjalar ke arah betis hingga kaki. Lalu, salah satu atau kedua tungkai bawah kerap merasa kesemutan.

Bahkan jika kondisi saraf kejepit sudah parah bisa menyebabkan seseorang mengalami kelumpuhan.

Penyebab Saraf Kejepit

Mengutip situs Kementerian Kesehatan, beberapa posisi tubuh dapat menyebabkan tekanan di sekitar saraf, seperti bertumpu pada siku atau kebiasaan menyilangkan kaki dalam waktu lama.

Selain itu, ada juga sejumlah penyebab lain dari saraf kejepit, yaitu:

  • Rheumatoid arthritis atau peradangan sendi.
  • Herniasi diskus, yakni suatu kondisi yang diakibatkan bantalan tulang belakang bergeser dari posisi yang seharusnya.
  • Stenosis spinal, yakni penyempitan yang tidak normal di tulang belakang.
  • Carpal tunnel syndrome, suatu kondisi yang disebabkan saraf median di pergelangan tangan tertekan.
  • Cedera, memar, atau kondisi lain yang menyebabkan pembengkakan.

Orang yang Berisiko Terkena Saraf Kejepit

Saraf kejepit umumnya menyerang ibu hamil, penderita diabetes, orang yang melakukan aktivitas berat, orang yang berbaring dalam waktu lama, orang yang mengalami cedera tulang belakang, dan orang yang punya riwayat saraf terjepit dalam keluarga.

Selain itu, orang yang sudah lanjut usia (lansia) juga berisiko terkena saraf kejepit. Soalnya, seiring bertambah usia maka diskus vertebra (penghubung antara tulang) menjadi tidak fleksibel dan mudah robek.

Bahaya Saraf Kejepit

Perlu diingat, saraf kejepit tidak boleh dianggap enteng. Penyakit ini memiliki sejumlah risiko yang sangat bahaya jika tidak segera ditangani, antara lain:

  • Sindrom cauda equina (CES)
  • Inkontinensia urine dan inkontinensia tinja
  • Kelumpuhan akibat kerusakan saraf permanen
  • Mati rasa di area sekitar dubur dan paha bagian dalam.

Cara Mengobati Saraf Kejepit

Jika kamu mengalami saraf kejepit, ada sejumlah metode untuk mengobati penyakit tersebut. Namun, pastikan detikers sudah pergi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Secara umum, beberapa penanganan dan pengobatan jika mengalami saraf kejepit di antaranya:

  • Perbanyak istirahat, jika membutuhkan penanganan lebih bisa menjalani tirah baring atau bed rest di rumah sakit
  • Fisioterapi
  • Mengkonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter
  • Melakukan operasi bedah, syaratnya pasien saraf kejepit sudah merasakan nyeri hebat selama 2-3 bulan terakhir dan tidak bisa diobati dengan cara di atas.

Cara Mencegah Saraf Kejepit

Saraf kejepit menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai, apalagi jika usia sudah bertambah tua. Namun jangan khawatir, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir terjadinya saraf kejepit, yaitu :

– Menjaga postur tubuh

  • Menjaga berat badan tetap seimbang
  • Rutin olahraga ringan hingga sedang, seperti jogging, yoga, atau berenang
  • Melakukan peregangan badan
  • Mengurangi atau menghentikan aktivitas berat yang dapat memperburuk tekanan pada saraf.

Demikian pembahasan mengenai saraf kejepit. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

Sumber detikhealth

Berita Terkait

BSG Gelar RUPS Tahunan dan Luar Biasa, Target Laba Rp 400 Miliar Jadi Sorotan
Fokus Group Diskusi Penyusunan Dokumen KRB Bolmut 2025 2030
SUKSES, Pasangan Suriansyah Korompot dan Ramses Rizal Sondakh Dapatkan SK Perindo
Deretan Makanan Anti Pikun Ini Bisa Bikin Otak Encer sampai Tua
Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Picu Kanker, Wajib Dihindari
Pemkab Bolmut Peduli Korban Bencana Banjir di Provinsi Gorontalo
PWI Bolmut Peduli Korban Bencana Alam Gorontalo
Saat HUT RI ke-79, Pemerintah Bakal Rilis BBM Jenis Baru Rendah Sulfur
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 April 2025 - 14:14 WITA

BSG Gelar RUPS Tahunan dan Luar Biasa, Target Laba Rp 400 Miliar Jadi Sorotan

Selasa, 17 Desember 2024 - 12:57 WITA

Fokus Group Diskusi Penyusunan Dokumen KRB Bolmut 2025 2030

Senin, 29 Juli 2024 - 23:25 WITA

SUKSES, Pasangan Suriansyah Korompot dan Ramses Rizal Sondakh Dapatkan SK Perindo

Selasa, 16 Juli 2024 - 14:50 WITA

Deretan Makanan Anti Pikun Ini Bisa Bikin Otak Encer sampai Tua

Selasa, 16 Juli 2024 - 14:41 WITA

Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Picu Kanker, Wajib Dihindari

Berita Terbaru

Bupati Boltara Sirajudin Lasena saat memberikan sambutan Pemerintah pada giat safari subuh keliling di desa Kuhanga kecamatan Bintauna

Boltara

Safari Suling Pemda Boltara di Masjid An-Nur Desa Kuhanga

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:46 WITA

Panitia seleksi dari Kesbangpol Boltara, unsur TNI-Polri, Dinas Kesehatan dan seluruh peserta Paskibraka.

Boltara

Hasil Seleksi Paskibraka Boltara 2026 Resmi Diumumkan

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:14 WITA

Bupati Boltara Dr. Sirajudin Lasena turut memberikan pandangan pada rakor KPK RI

Boltara

Bupati Sirajudin Lasena Hadiri Rakor KPK RI

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:46 WITA