Expektasi.com, Sangihe – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., menghadiri perayaan Ketupat sekaligus Halal Bi Halal yang digelar di halaman Masjid Imaduddin, Kampung Bahu, Kecamatan Tabukan Utara, Minggu (29/03/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut mengusung tema “Pererat Ukhuwah di Hari Kemenangan.”
Kehadiran Bupati yang didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) disambut hangat oleh masyarakat Kampung Bahu. Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai jalannya acara.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari, menyampaikan apresiasi atas semangat persatuan dan nilai-nilai kekeluargaan yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
“Di Kampung Bahu ini, kita tidak hanya merayakan ketupat sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga merawatnya sebagai bagian dari adat dan jati diri. Ada nilai lokal yang tetap terjaga, seperti rasa hormat kepada sesama, kebiasaan saling mengunjungi, serta budaya berbagi yang tidak pernah hilang,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan hubungan sosial dan keharmonisan antarwarga. Menurutnya, menjaga persatuan di tengah keberagaman merupakan fondasi penting bagi kemajuan daerah.
Bupati Michael turut mengingatkan masyarakat agar dinamika politik yang terjadi selama proses pemilihan, baik legislatif maupun kepala daerah, tidak menjadi penghalang dalam menjalin silaturahmi.
“Dalam proses demokrasi, perbedaan pilihan adalah hal yang wajar. Namun setelah itu, mari kita rajut kembali kebersamaan. Silaturahmi dan rasa cinta terhadap kampung halaman tidak boleh terputus,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Camat Tabukan Utara bersama unsur Forkopimca, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat Kampung Bahu.
Acara ditutup dengan suasana penuh keakraban. Pada kesempatan itu, Bupati Michael Thungari, juga menyampaikan sebuah pantun yang sarat makna persatuan:
“Dari Bahu menuju Tabukan, angin laut berhembus perlahan. Mari torang jaga kebersamaan, hidup rukun dalam keberagaman.”
(Hulik Manahede)











