Expektasi.com, Sangihe – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan melalui filosofi budaya bahari dan agraris dalam acara Halal Bi Halal Ketupat Syawal 1447 Hijriah yang digelar di halaman depan Masjid Al-Ikhlas Kendahe II, Kecamatan Kendahe, Sabtu (04/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tendris Bulahari, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengadilan Negeri Tahuna, perwakilan Kejaksaan Negeri, perwakilan Danlanal, Asisten III, para kepala perangkat daerah, Camat Kendahe, Kapitalaung Kampung Kendahe I dan II, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat atas terselenggaranya kegiatan yang sarat nilai kebersamaan tersebut. Ia menegaskan bahwa Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi, tetapi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta membuka ruang saling memaafkan.
“Momentum ini adalah wujud nyata bagaimana kita menjaga hubungan antar sesama, mempererat tali persaudaraan, dan membangun kebersamaan tanpa batas ruang dan waktu,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa kebersamaan harus terus dirawat dan tidak berhenti pada satu pertemuan semata. Menurutnya, kehadiran masyarakat dari berbagai wilayah menjadi simbol hidupnya persaudaraan yang saling menguatkan.
Mengangkat tema “Silaturahmi Merekatkan Perbedaan dalam Bingkai Ukhuwah Islamiyah”, Bupati mengingatkan bahwa perbedaan merupakan hal yang tidak dapat dihindari, namun persatuan adalah pilihan yang harus dijaga bersama.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengangkat filosofi budaya bahari dan agraris yang menjadi identitas masyarakat Sangihe. Menurutnya, nilai-nilai kehidupan dari laut dan darat membentuk karakter masyarakat yang kuat dan penuh kebersamaan.
“Di laut, kita belajar tentang kerja sama, kepercayaan, dan keberanian menghadapi tantangan. Di darat, kita diajarkan kesabaran, gotong royong, dan menjaga hasil kehidupan. Perpaduan ini membentuk masyarakat yang tangguh dan rendah hati,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa persatuan dan kebersamaan merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga toleransi, memperkuat semangat gotong royong, serta bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak memicu perpecahan.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Michael Thungari atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.
Ia pun menutup dengan pantun kebersamaan:
Salat magrib di Masjid At-Taqwa,
Dilanjut Isya di Masjid Al-Ikhlas.
Mari kita jaga tali ukhuwah,
Halal Bi Halal dengan hati yang ikhlas.
(Hulik Manahede)











